MBG hingga Gaji ke-13 ASN Jadi Pendorong Aktivitas Ekonomi Jatim
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perekonomian Jawa Timur (Jatim) mencatat pertumbuhan positif pada Triwulan II 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jatim secara year-on-year (y-on-y) tumbuh 5,72 persen dibandingkan Triwulan II 2025.
Pertumbuhan tersebut terjadi di hampir seluruh lapangan usaha. Satu-satunya sektor yang mengalami kontraksi adalah Pertambangan dan Penggalian yang turun 4,89 persen.
Sementara itu, sejumlah sektor mencatat pertumbuhan signifikan. Pengadaan Listrik dan Gas tumbuh paling tinggi sebesar 16,86 persen, disusul Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,99 persen, Konstruksi 8,41 persen, serta Informasi dan Komunikasi sebesar 7,44 persen.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jatim tidak hanya tinggi secara statistik, tetapi juga semakin berkualitas karena memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Alhamdulillah, di tengah ketidakpastian dan dinamika global, Jatim mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Pulau Jawa dan melampaui capaian nasional. Pada saat yang sama, jumlah penduduk miskin dan pengangguran juga menurun. Ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan kolaborasi seluruh elemen di Jatim,” ujar Khofifah, Senin (10/8/2026).
Selain pertumbuhan secara y-on-y, data BPS menunjukkan ekonomi Jatim pada Triwulan II 2026 tumbuh 5,84 persen secara cumulative to cumulative (c-to-c). Pertumbuhan tersebut disebut menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
Khofifah menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jatim ditopang sejumlah sektor produktif yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Industri pengolahan memberikan kontribusi 31,27 persen, perdagangan 18,49 persen, dan pertanian 10,87 persen.
Dengan struktur tersebut, Jatim menjadi kontributor terbesar kedua terhadap perekonomian Pulau Jawa dengan kontribusi 25,40 persen. Jatim juga menjadi penyumbang terbesar kedua terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan kontribusi 14,34 persen.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Provinsi Jatim konsisten melakukan akselerasi aktivitas ekonomi masyarakat. Fondasi ekonomi kita ditopang oleh sektor-sektor produktif yang kuat, mulai dari industri, perdagangan, hingga pertanian,” kata Khofifah.
Pada Semester I 2026, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 10,76 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya okupansi hotel dan penginapan selama musim liburan, aktivitas pariwisata, serta penguatan kinerja jasa boga, termasuk melalui perluasan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi berasal dari konsumsi pemerintah yang meningkat 19,80 persen. Peningkatan tersebut antara lain didorong realisasi pembayaran gaji ke-13 ASN, kenaikan belanja barang dan jasa, serta pelaksanaan berbagai program pelayanan publik.
Khofifah menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kualitas pertumbuhan juga harus tercermin dari kemampuan ekonomi dalam meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan.
Editor : Arif Ardliyanto