get app
inews
Aa Text
Read Next : Bisnis Emas Mulai Melambat, Anehnya Kinerja BUMN Gadai di Jatim Ini Justru Tembus Rp16,7 Triliun

ATM Emas Pegadaian Dongkrak Penjualan, Nasabah Tak Perlu Ribet Cetak Emas Fisik

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 10:17 WIB
header img
ATM Emas Pegadaian mempermudah nasabah mencetak saldo tabungan emas menjadi emas fisik. Inovasi ini ikut mendorong pertumbuhan bisnis Pegadaian. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Pertumbuhan bisnis Pegadaian yang sebelumnya berada di kisaran 15,05 persen, kini meningkat menjadi 16,7 persen. Capaian tersebut bahkan telah melampaui target semester pertama.

"Secara umum kinerja semester pertama sudah sesuai rencana kerja perusahaan. Memang ada tantangan di tengah perjalanan, tetapi hasilnya masih cukup baik," jelasnya.

Memasuki semester kedua, Pegadaian Jawa Timur sebelumnya mematok target pertumbuhan bisnis hingga sekitar 20 persen. Namun, melihat kondisi pasar yang mulai mengalami perlambatan, perusahaan melakukan penyesuaian terhadap proyeksi hingga akhir tahun.

Ahmad menyebut pertumbuhan bisnis Pegadaian hingga penghujung 2026 kini diproyeksikan berada di sekitar 18 persen.

"Kami tetap optimistis, meskipun ada perlambatan. Saat ini proyeksi kami berada di kisaran 18 persen sampai akhir tahun," imbuhnya.

ATM Emas Perkuat Kepercayaan Investasi Emas

Menurut Ahmad, perkembangan layanan berbasis emas menjadi bagian penting dalam memperkuat bisnis non-gadai Pegadaian. ATM Emas menjadi salah satu inovasi yang memberikan pengalaman berbeda bagi nasabah karena saldo emas digital dapat dicetak menjadi emas fisik dengan lebih praktis.

Kemudahan tersebut diharapkan semakin menarik masyarakat untuk memanfaatkan produk tabungan emas sebagai salah satu pilihan investasi.

Selain memberikan akses pencetakan emas fisik, inovasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pegadaian meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.

Dalam pengembangan bisnis, Pegadaian Kanwil XII Surabaya masih mempertahankan komposisi portofolio sekitar 80 persen bisnis gadai dan 20 persen bisnis non-gadai.

Segmen non-gadai terus diperkuat melalui pengembangan produk tabungan emas, penambahan jumlah nasabah baru, serta berbagai layanan investasi berbasis emas.

Ahmad mengatakan pertumbuhan tabungan emas menjadi salah satu indikator yang terus dipantau perusahaan.

"Kami terus memantau pertumbuhan tabungan emas dan penambahan nasabah baru karena menjadi indikator penting dalam pengembangan bisnis non-gadai," pungkas Ahmad Zaenudin.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut