Pertama dalam Sejarah, Nama Suku Bawean Terpampang di Kursi Kehormatan Grahadi Surabaya
Tulisan "Suku Bawean" Jadi Momen yang Tak Terlupakan
Hal lain yang membuat kehadiran tersebut semakin berkesan adalah adanya penanda khusus pada tempat duduk tamu undangan.
Tulisan "SUKU BAWEAN" tercantum pada kursi yang disediakan bagi perwakilan masyarakat Bawean.
Bagi Prof. Sulaiman, tulisan sederhana tersebut justru memiliki arti mendalam karena menjadi pengalaman pertama dirinya melihat identitas Suku Bawean ditampilkan secara resmi dalam forum kenegaraan di Grahadi.
"Pada kursi undangan juga sudah tertulis 'Suku Bawean'. Sungguh ini pertama kali bagi saya membaca tulisan resmi 'Suku Bawean'. Terima kasih dan syukur atas rahmat kemerdekaan ke-81 ini," tuturnya.
Momen tersebut kemudian menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan pengakuan identitas budaya Bawean di Jawa Timur.
Jangan Berhenti Sebatas Seremonial
Prof. Sulaiman berharap keterlibatan Suku Bawean dalam upacara kenegaraan tidak berhenti sebagai simbol atau seremoni semata.
Menurutnya, momentum tersebut dapat menjadi pintu untuk memperkuat perhatian terhadap keberadaan, identitas, serta hak-hak masyarakat Bawean secara berkeadilan.
Masyarakat Bawean diharapkan terus mendapatkan ruang untuk mempertahankan identitas budaya sekaligus berkontribusi dalam kehidupan sosial dan pembangunan Jawa Timur.
"Kehadiran Suku Bawean di Grahadi harus menjadi momentum untuk memperkuat pengakuan dan penghormatan terhadap masyarakat Bawean sebagai bagian dari Jawa Timur dan Indonesia," menjadi pesan yang ditekankan dalam momentum tersebut.
Dengan adanya penanda resmi Suku Bawean dan kehadiran perwakilan Raje Pangolo serta Mbhe Pangolo, peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Negara Grahadi menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat Bawean.
Momentum ini sekaligus membuka ruang lebih luas bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk terus merawat serta memperkuat identitas dan kebudayaan Bawean agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Editor: Arif Ardliyanto