get app
inews
Aa Text
Read Next : Motor Tiba-Tiba Overheat Bikin Mesin Jebol, Mahasiswa Untag Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu Canggih

Viral! Film Pendek Angkat Kisah Kekerasan Seksual di Kampus, Ceritanya Bikin Mahasiswa Kaget

Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:23 WIB
header img
Film pendek Untag Surabaya “Kita Yang Menulis Cerita” mengangkat kisah nyata kekerasan seksual di kampus dan dilema mahasiswa mempertahankan karya. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

Lea Mulai Mempertanyakan Sikap Kelompok

Konflik semakin kuat melalui karakter Lea. Pada awalnya, Lea merasa kecewa karena karya yang diperjuangkan bersama harus ikut terkena dampak akibat tindakan satu orang.

Namun, perlahan muncul pertanyaan yang lebih besar.

Apakah sebuah karya tetap harus dipertahankan ketika di balik proses pembuatannya terdapat persoalan kekerasan seksual?

Pertanyaan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan cerita.

Para mahasiswa tidak lagi hanya memperdebatkan nasib buku yang telah mereka terbitkan. Mereka mulai berhadapan dengan tanggung jawab sebagai bagian dari lingkungan kampus.

Pada akhirnya, mereka menyadari bahwa persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan dengan sekadar menghapus nama orang yang terlibat dari buku.

Buku Antologi Akhirnya Dihancurkan

Keputusan mengejutkan kemudian diambil. Buku yang telah mereka cetak diputuskan untuk dihancurkan.

Dalam salah satu adegan, tumpukan buku dibawa keluar ruangan. Buku-buku tersebut kemudian disobek dan dilempar dari lantai atas gedung kampus.

Adegan itu menjadi simbol penting dalam film. Pesannya, mempertahankan sebuah karya bukan selalu menjadi pilihan ketika karya tersebut bersinggungan dengan persoalan yang menyangkut kekerasan seksual.

Konflik dalam “Kita Yang Menulis Cerita” juga menggambarkan benturan antara kepentingan kelompok, pencapaian pribadi, solidaritas, dan keberpihakan terhadap korban.

Film tersebut mengajak penonton melihat bahwa sikap terhadap kekerasan seksual tidak berhenti pada mengetahui adanya peristiwa. Ada keberanian untuk menentukan posisi ketika persoalan tersebut terjadi di lingkungan sekitar.

Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, M.Kom., Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA, mengatakan cerita dalam film tersebut terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi di lingkungan kampus di Indonesia.

“Iya, ini kisah nyata. Kita menangkap fenomena yang ada dan merangkum menjadi sebuah film,” katanya.

Menurutnya, fenomena yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi kemudian dirangkum menjadi cerita agar pesan yang disampaikan dapat diterima melalui pendekatan film.

Sementara itu, Rektor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T. menyambut positif produksi film tersebut.

Ia menilai karya mahasiswa maupun sivitas akademika melalui medium film merupakan sebuah langkah maju. Ke depan, Untag Surabaya disebut akan memberikan wadah khusus agar produksi film dapat dikembangkan secara lebih profesional.

“Saya sangat mendukung produksi film ini. Saya berharap, Untag semakin produktif dalam mengembangkan film seperti ini,” ujarnya.

Bukan Sekadar Cerita tentang Mahasiswa

“Kita Yang Menulis Cerita” pada akhirnya tidak hanya bercerita tentang mahasiswa yang membuat buku. Film tersebut menghadirkan pertanyaan tentang bagaimana seseorang menentukan sikap ketika keberhasilan bersama berhadapan dengan persoalan serius di lingkungan sendiri.

Judul film itu pun menjadi bagian dari refleksi cerita. Setiap orang memiliki pilihan untuk menentukan sikap terhadap apa yang terjadi di sekitarnya, termasuk ketika pilihan tersebut berisiko mengorbankan karya, kepentingan, maupun pencapaian yang sudah diperjuangkan bersama.

Dengan mengangkat isu kekerasan seksual melalui konflik yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, film ini mencoba membuka ruang percakapan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan tidak memberikan ruang bagi kekerasan seksual.

Penulis: Nikmatul Karomah, Mahasiswa Magang Unesa Surabaya

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut