Raih IP 4,0, Mahasiswi Unesa Ini Nyaris Putus Kuliah karena Data Desil Berubah
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di balik prestasi akademiknya, Andrea (Drea), mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), menghadapi perjuangan berat untuk mempertahankan pendidikannya.
Mahasiswi tersebut berhasil meraih indeks prestasi (IP) sempurna 4,0. Namun, sempat terancam tidak dapat melanjutkan kuliah karena persoalan ekonomi dan perubahan data desil keluarganya.
Drea sebelumnya tidak dapat mendaftarkan diri sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah karena masuk perguruan tinggi melalui jalur mandiri.
Harapannya memperoleh bantuan pendidikan melalui Beasiswa Pemuda Tangguh (Be-Smart) juga kandas. Ini setelah data kondisi ekonomi keluarganya berubah dari desil 2 menjadi desil 6.
Perubahan data tersebut dinilai tidak menggambarkan kondisi ekonomi keluarga Drea yang sebenarnya. Untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, Drea berjualan gantungan kunci. Sementara ayahnya bekerja sebagai pengantar galon air isi ulang.
Persoalan data semakin rumit karena Drea sempat tercatat sebagai karyawati swasta, padahal saat itu dirinya baru lulus sekolah. Kondisi tersebut membuat Drea harus menanggung biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp4 juta setiap semester.
Di tengah keterbatasan tersebut, Drea tetap berusaha mempertahankan prestasi akademiknya. Ia bahkan berhasil meraih IP 4,0, sebuah capaian yang menunjukkan kegigihannya dalam menjalani perkuliahan meski menghadapi persoalan ekonomi.
Kisah perjuangan Drea kemudian mendapat perhatian setelah ramai dibicarakan di media sosial. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau Cak Ji turut menaruh perhatian. Ia mendatangi kediaman Drea untuk mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi mahasiswi tersebut.
Armuji berkomitmen membantu mencarikan solusi atas persoalan perubahan data desil yang membuat Drea kesulitan mendapatkan bantuan pendidikan.
“Untuk kelurahan, RT, RW, lihatlah warga kita. Gara-gara mikir desil, jadi enggak bisa sekolah,” ujar Armuji, Jumat (22/8/2026).
Menurutnya, pendataan warga harus dilakukan secara cermat dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Pemerintah di tingkat kelurahan hingga RT dan RW dinilai memiliki peran penting untuk memastikan data masyarakat mencerminkan kondisi sebenarnya.
Armuji berharap persoalan administrasi tersebut tidak menjadi penghalang bagi Drea untuk melanjutkan pendidikan. Terlebih, Drea telah menunjukkan kesungguhan dan prestasinya selama menjalani perkuliahan.
Editor : Arif Ardliyanto