get app
inews
Aa Text
Read Next : Jatim Kirim 64,4 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Polda Jatim Bantu Penyintas Gempa NTT Pulihkan Trauma Pascabencana

Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:14 WIB
header img
Polda Jatim membantu memulihkan psikologis penyintas gempa NTT. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Polda Jawa Timur (Jatim) menerjunkan tim trauma healing untuk membantu memulihkan kondisi psikologis masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 berdampak di sejumlah wilayah NTT, antara lain Nagekeo, Bajo, Sikka, Ende, Reo, Lambaleda, dan Riung.

Merespons kondisi tersebut, Bagian Psikologi Biro SDM Polda Jatim mengerahkan personel untuk memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Tim yang dipimpin Iptu Ellan Wahyudi, M.Psi., Psikolog, bersama empat personel lainnya memberikan pendampingan psikologis, konseling awal, edukasi pengelolaan stres, serta aktivitas kelompok bagi para penyintas bencana.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pendampingan tersebut bertujuan membantu masyarakat mengelola kecemasan, ketakutan, dan tekanan psikologis yang muncul setelah bencana.

Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga memberikan dukungan selama proses pemulihan pascabencana.

"Dukungan psikososial ini diharapkan dapat membantu masyarakat kembali merasa aman, mengurangi kecemasan, dan membangun kembali semangat untuk beraktivitas," ujar Abast, Minggu (23/8/2026).

Dalam pendampingan tersebut, tim memberikan sejumlah metode yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penyintas. Di antaranya teknik USEFT, Butterfly Hug, serta terapi bermain untuk anak-anak.

"Metode tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang terdampak. Pendekatan dilakukan secara humanis dan disesuaikan dengan kondisi para penyintas," jelasnya.

Pendampingan tidak hanya menyasar anak-anak. Orang tua dan keluarga juga mendapatkan edukasi untuk mengenali tanda-tanda stres serta memberikan dukungan kepada anggota keluarga yang masih mengalami tekanan psikologis.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan psikososial yang dikoordinasikan Biro Psikologi SSDM Polri. Dalam pelaksanaannya, turut dilibatkan personel psikologi dari Polda Jawa Tengah, Polda Bali, Polda Nusa Tenggara Barat, dan Polda Nusa Tenggara Timur.

Abast berharap kehadiran tim trauma healing dapat memberikan penguatan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

"Kami berharap kehadiran tim trauma healing tidak hanya membantu mengurangi dampak psikologis akibat gempa, tetapi juga memperkuat solidaritas dan menumbuhkan harapan agar masyarakat dapat bangkit serta menata kembali kehidupannya," pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut