Lebih dari 1.000 Warga Giliraja Antusias Saksikan Kerapan Sapi Betina
Rabu, 02 September 2026 | 21:52 WIB
Karena itu, merawat tradisi juga berarti merawat ingatan kolektif tentang hubungan manusia dengan tanah dan alam yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Kalau bicara sapi betina, kita tidak bisa melepaskannya dari kehidupan masyarakat yang dekat dengan pertanian. Dahulu sapi digunakan untuk membantu membajak dan mengolah tanah. Jadi, merawat tradisi ini juga berarti menjaga hubungan kita dengan bumi, dengan kehidupan dan dengan warisan leluhur,” katanya.
Kaitan tersebut memiliki pijakan dalam sejarah budaya Madura. Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud mencatat bahwa tradisi sapi sonok berkembang dari kultur agraris masyarakat Madura.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar