Lebih dari 1.000 Warga Giliraja Antusias Saksikan Kerapan Sapi Betina
Setelah digunakan untuk membajak ladang, sapi betina dirawat dan dimandikan, yang kemudian berkembang menjadi tradisi menampilkan keindahan dan keserasian pasangan sapi. Sapi Sonok sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2013.
Ketua Komunitas Kerapan Sapi Betina Karya Family, Baidar, yang sekaligus menjadi tuan rumah dalam pagelaran tersebut, mengatakan kerapan sapi betina di Giliraja memiliki keunikan tersendiri.
Menurutnya, kerapan sapi betina berbeda dari kerapan sapi yang selama ini lebih dikenal masyarakat Madura, yang umumnya menggunakan sapi jantan. Di sisi lain, sapi sonok lebih menonjolkan keindahan, perawatan, hiasan dan keserasian langkah sapi betina.
Sementara di Giliraja, unsur tersebut dipadukan dengan kemampuan sapi betina untuk berlari atau dikerapan.
“Kerapan sapi betina ini menjadi salah satu yang unik di Pulau Giliraja. Biasanya kerapan menggunakan sapi jantan. Kalau sapi sonok, sapi betina lebih banyak dihias dan ditampilkan keindahan serta keserasian jalannya. Di sini sapi betina bukan hanya dihias dan ditata, tetapi juga dikerapan atau dipacu untuk berlari,” kata Baidar.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar