Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Seragam Sekolah Tak Boleh Lagi Dijual di Sekolah, Ini Temuan Pemkot yang Buat Orang Tua Terbebani
Advertisement . Scroll to see content

Bikin Jalan Makin Padat, Rekayasa Lalu Lintas Embong Sawo-Gayam Surabaya Akhirnya Dihentikan

Jum'at, 18 September 2026 | 12:57 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Bikin Jalan Makin Padat, Rekayasa Lalu Lintas Embong Sawo-Gayam Surabaya Akhirnya Dihentikan
Rekayasa lalu lintas Embong Sawo-Gayam Surabaya dikembalikan seperti semula setelah evaluasi 14 hari menemukan kepadatan meningkat di sejumlah ruas. (Foto Tangkap layar)

Hasil evaluasi menunjukkan rekayasa yang diterapkan belum mampu menjaga kelancaran arus secara optimal. Kepadatan yang muncul di beberapa segmen dinilai menjadi pertimbangan utama untuk mengembalikan pola lalu lintas sebelumnya.

“Setelah kami melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan Satlantas, kami melihat kepadatan di sejumlah segmen meningkat sehingga kelancaran arus lalu lintas menjadi kurang optimal. Karena itu, kami memutuskan untuk mengembalikan pengaturan lalu lintas seperti semula,” ujarnya.

Rekayasa lalu lintas di kawasan Embong Sawo dan Embong Gayam mulai diterapkan pada 1 September 2026. Selama dua pekan, Dishub melakukan pemantauan terhadap pergerakan kendaraan dan kondisi kepadatan di sejumlah titik.

Penghitungan dan analisis data kemudian dilakukan pada 16 September 2026 untuk melihat dampak penerapan rekayasa tersebut.

“Jadi, kami melakukan pemantauan selama 14 hari. Dari hasil evaluasi data, kami melihat kepadatan di jalur tersebut meningkat dan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas. Karena itu, pengaturan lalu lintas diputuskan untuk dikembalikan seperti semula,” jelas Beta.

Pengembalian arus lalu lintas mulai dilakukan pada Rabu (17/9/2026) pukul 20.00 WIB.

Pemilihan waktu tersebut bukan tanpa alasan. Dishub mempertimbangkan kondisi arus kendaraan pada pagi hari yang sudah cukup padat. Dengan demikian, perubahan pengaturan dilakukan pada malam hari agar proses penyesuaian tidak semakin membebani lalu lintas pada jam sibuk pagi.

“Sebelumnya perubahan pertama memang diterapkan pada pagi hari. Namun, ternyata kedua ruas tersebut pada pagi hari sudah cukup ramai. Karena itu, pengembalian pengaturan kami mulai pada malam hari,” tuturnya.

Dalam proses mengembalikan pengaturan arus, Dishub Surabaya tidak menambah perangkat lalu lintas baru. Penyesuaian dilakukan melalui pengaturan langsung di lapangan dengan melibatkan koordinasi bersama Satlantas Polrestabes Surabaya.

Selain mengatur arus kendaraan, petugas juga akan memperhatikan potensi pelanggaran yang ditemukan selama penerapan pengaturan lalu lintas.

“Kami tidak menambahkan alat lalu lintas. Namun, tentu diperlukan penyesuaian pengaturan di lapangan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Satlantas terkait pelanggaran yang ditemukan. Jika diperlukan, akan dilakukan penindakan langsung dan secara berkala dapat dilakukan operasi gabungan bersama kepolisian,” katanya.

Dishub Surabaya mengingatkan pengguna jalan agar kembali memperhatikan pola arus lalu lintas setelah pengaturan dikembalikan seperti semula.

Pengendara juga diminta mengikuti rambu-rambu yang tersedia serta arahan petugas di lapangan. Penyesuaian perjalanan diperlukan, terutama bagi masyarakat yang rutin melintasi Jalan Embong Sawo, Jalan Embong Gayam, Jalan Basuki Rahmat, dan Jalan Panglima Sudirman.

“Kami berharap para pengguna jalan dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan pengaturan lalu lintas yang disesuaikan berdasarkan kondisi kepadatan. Pengaturan ini dilakukan untuk kepentingan bersama dan untuk kenyamanan warga Surabaya,” pungkasnya.

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut