Mutasi Besar-besaran Kapolda di Jawa, Psikolog Ungkap Perubahan yang Bakal Dirasakan Anggota
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pergantian Kapolda di sejumlah wilayah Jawa dalam mutasi besar-besaran Polri bukan sekadar perubahan posisi di pucuk pimpinan. Dari perspektif psikologi organisasi, perubahan tersebut juga menjadi fase adaptasi bagi anggota yang harus menyesuaikan diri dengan karakter, pola komunikasi, hingga gaya kepemimpinan pejabat baru.
Psikolog sekaligus Wakil Rektor I Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, S.Psi., M.Si., Psikolog, mengatakan pergantian pemimpin secara alamiah akan membawa perubahan di dalam organisasi.
Perubahan itu dapat terlihat dari cara berpikir, pola komunikasi, hingga pendekatan kepemimpinan yang diterapkan pejabat baru. Menurut Amanda, kondisi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi dan tidak selalu harus dipandang sebagai persoalan.
"Kalau dilihat dari psikologi, pergantian pemimpin tentu akan berdampak. Akan ada perubahan-perubahan, baik konsep berpikir maupun cara kepemimpinannya. Tetapi itu sesuatu yang wajar," ujar Amanda.
Amanda menjelaskan, anggota sebagai bagian dari organisasi memiliki peran penting dalam menghadapi masa transisi kepemimpinan. Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah perubahan dapat berlangsung dengan baik.
Menurutnya, sumber daya manusia yang memiliki kesiapan menghadapi perubahan cenderung lebih mudah menyesuaikan diri ketika terjadi pergantian pimpinan.
"Dampaknya lebih kepada masing-masing SDM harus belajar dan mempelajari pemimpinnya yang baru," katanya.
Dalam konteks kepolisian yang memiliki struktur komando, perubahan karakter pimpinan dapat berpengaruh terhadap pola koordinasi dan komunikasi. Anggota yang sebelumnya telah terbiasa dengan gaya pimpinan lama perlu memahami kebiasaan dan ekspektasi pimpinan baru.
Editor: Arif Ardliyanto