Tak Cuma Kuliner, Penang Pamer Destinasi Baru di Surabaya hingga Medical Tourism
Achmad menambahkan, kolaborasi dengan PGT diharapkan tidak hanya memperluas pengenalan destinasi Penang di Indonesia. Kerja sama tersebut juga ditujukan untuk membuka lebih banyak peluang perjalanan antara Indonesia dan Malaysia.
YB Wong Hon Wai mengatakan hubungan Indonesia dengan Penang telah berlangsung cukup lama. Mobilitas masyarakat kedua wilayah tidak hanya berkaitan dengan liburan, tetapi juga kebutuhan keluarga, bisnis dan layanan kesehatan.
"Indonesia dan Penang memiliki hubungan erat yang telah terjalin sejak lama melalui perjalanan untuk keperluan keluarga, bisnis, layanan kesehatan, dan rekreasi," ujar Wong.
Dia menyebut MoU dengan Indonesia AirAsia menjadi pijakan untuk memperkuat kerja sama dalam memperkenalkan berbagai cerita dan pengalaman wisata Penang kepada masyarakat Indonesia.
PGT juga ingin mendorong wisatawan yang datang ke Penang untuk keperluan medis maupun bisnis agar menyempatkan diri menikmati berbagai destinasi wisata.
"MoU ini memberi kami landasan untuk bekerja sama lebih erat dengan Indonesia AirAsia dalam memperkenalkan kisah dan pengalaman Penang kepada wisatawan Indonesia," katanya.
Menurut Wong, Penang tidak hanya menawarkan wisata perkotaan dan kuliner. Wisatawan juga dapat menjelajahi kawasan heritage George Town yang masuk Situs Warisan Dunia UNESCO, menikmati kuliner dari tradisi Melayu, Tionghoa, India dan Peranakan, hingga mencari suasana alam yang lebih sejuk di Penang Hill.
PGT juga memperkenalkan sejumlah destinasi yang dapat menjadi pilihan wisatawan yang sudah pernah berkunjung ke Penang. Beberapa di antaranya adalah Entopia, The Habitat Penang Hill, Fort Cornwallis, Penang State Museum, Penang Automotive Museum, Penang Ferry Museum dan Penang History Gallery.
Beragam pilihan tersebut membuka peluang bagi agen perjalanan untuk menyusun paket wisata yang lebih variatif, baik untuk keluarga, rombongan maupun wisatawan yang bepergian secara mandiri.
Ketua Umum DPP ASTINDO Pauline Suharno mengatakan pola perjalanan masyarakat Indonesia kini mengalami perubahan. Wisata tidak lagi semata-mata dipandang sebagai kegiatan musiman, tetapi mulai menjadi bagian dari gaya hidup.
Menurut Pauline, wisatawan semakin mencari perjalanan yang memberikan pengalaman tertentu, mulai dari kuliner, konser, olahraga hingga wellness.
"Tren ini diperkuat oleh survei Lokadata terhadap 1.300 responden, bahwa hampir sepertiga wisatawan kini bepergian demi melepaskan penat (escape & recharge) melalui aktivitas spesifik seperti konser, olahraga, wellness, atau kuliner," katanya.
Dia menambahkan, perubahan tersebut turut memengaruhi pola pengeluaran wisatawan. Sebanyak 88 persen responden dalam survei tersebut disebut bersedia mengeluarkan biaya lebih untuk memperoleh pengalaman perjalanan yang dinilai lebih berkualitas dan berkesan.
Kondisi tersebut menjadi peluang bagi destinasi seperti Penang yang memiliki banyak pilihan aktivitas dalam satu kawasan.
Ketua DPD ASTINDO Jawa Timur Roy Oktavian Effendy menilai karakter Penang cukup sesuai dengan tren perjalanan wisatawan Indonesia, terutama masyarakat Jawa Timur yang mencari destinasi untuk perjalanan singkat.
"Penang memiliki karakter yang kuat sebagai destinasi short escape bagi wisatawan Indonesia, khususnya dari Jawa Timur. Bukan hanya karena aksesibilitasnya yang relatif mudah, tetapi juga karena Penang menawarkan kombinasi pengalaman yang lengkap, mulai dari wisata kuliner, heritage, budaya, wellness, hingga medical tourism," ujar Roy.
Wong mengatakan Penang Roadshow di Surabaya menjadi momentum untuk mengubah hubungan yang selama ini terjalin antara Penang dan Indonesia menjadi kerja sama yang lebih konkret.
"Roadshow ini merupakan kesempatan untuk mengubah hubungan erat kami dengan Indonesia menjadi kemitraan yang nyata," ujarnya.
Ke depan, Penang akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari maskapai, agen perjalanan, hotel hingga penyedia layanan kesehatan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat menghasilkan pilihan perjalanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan wisatawan Indonesia.
"Dengan bekerja sama dengan maskapai penerbangan, agen perjalanan, hotel, dan penyedia layanan kesehatan, kami dapat mengembangkan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Indonesia dan memberikan lebih banyak alasan bagi mereka untuk kembali berkunjung," katanya.
Setelah MoU ditandatangani, Indonesia AirAsia dan PGT akan membahas sejumlah kegiatan yang berpotensi dikembangkan melalui kemitraan tersebut.
PGT juga akan melanjutkan komunikasi dengan pelaku industri perjalanan di Indonesia untuk meningkatkan eksposur Penang sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata dua arah antara Indonesia dan Malaysia.
Editor: Arif Ardliyanto