Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dugaan TPPO di Surabaya Terkuak, Nama Spa Ternama Ikut Terseret dalam Penyelidikan Kepolisian
Advertisement . Scroll to see content

Dijanjikan Jadi Pemandu Lagu, 4 Perempuan di Bawah Umur Diduga Dipaksa Layani Tamu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:40 WIB
  • author Pramono Putra
Dijanjikan Jadi Pemandu Lagu, 4 Perempuan di Bawah Umur Diduga Dipaksa Layani Tamu
Empat perempuan di bawah umur diduga menjadi korban TPPO ditemukan di Medaeng, Sidoarjo, setelah kabur dari tempat kerja di Jember. Polisi mengamankan seorang perempuan. Foto iNewsSurabaya.id/pram

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Empat perempuan yang masih di bawah umur diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) setelah mengalami perlakuan berbeda dari pekerjaan yang sebelumnya ditawarkan kepada mereka. Keempatnya ditemukan di sebuah warung kawasan Medaeng, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.

Keempat perempuan tersebut sebelumnya berada di Jember untuk bekerja setelah mendapat tawaran menjadi pemandu lagu di sebuah rumah karaoke. Namun, setibanya di lokasi, mereka diduga justru dipaksa melayani tamu sebagai wanita panggilan.

Tak tahan dengan kondisi tersebut, keempat korban kemudian memilih melarikan diri. Mereka menumpang bus antarkota hingga akhirnya turun di kawasan Medaeng, Waru, Sidoarjo.

Keberadaan mereka terungkap setelah seorang pengemudi ojek online memberikan informasi kepada petugas. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti anggota Brigade Motor (BM) Satuan Lalu Lintas Polresta Sidoarjo.

Petugas menemukan keempat perempuan tersebut sedang berada di sebuah warung yang lokasinya tidak jauh dari kawasan Medaeng.

Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Yudhi Anugerah Putra mengatakan, laporan dari pengemudi ojek online menjadi awal petugas menemukan keempat perempuan tersebut.

"Kami menerima laporan dari salah satu driver ojek online. Setelah kami tindak lanjuti, anggota kemudian menemukan empat perempuan tersebut di sebuah warung di kawasan Medaeng,” ujar Yudhi.

Dari pemeriksaan awal, keempat perempuan itu diketahui berasal dari Pekalongan dan Pemalang, Jawa Tengah. Polisi menduga mereka merupakan korban TPPO.

Yudhi menjelaskan, keempat korban sebelumnya diduga ditawari pekerjaan sebagai pemandu lagu di sebuah rumah karaoke di wilayah Jember. Namun, pekerjaan yang dijalani diduga tidak sesuai dengan tawaran awal.

"Keempat korban diketahui berasal dari Pekalongan dan Pemalang, Jawa Tengah. Mereka sebelumnya diduga ditawari pekerjaan sebagai pemandu lagu di sebuah rumah karaoke di wilayah Jember," kata Yudhi.

Selain menyelamatkan empat perempuan tersebut, polisi juga mengamankan seorang perempuan di lokasi. Perempuan itu diduga memiliki keterkaitan dengan pekerjaan dan perekrutan para korban.

Dalam pemeriksaan awal, perempuan yang diamankan polisi tersebut juga mengakui kesalahannya.

"Iya, saya akui salah, Pak," ujar perempuan tersebut saat diperiksa petugas.

Setelah menjalani pemeriksaan awal di Mapolsek Waru, keempat perempuan yang masih di bawah umur tersebut bersama perempuan yang diduga berkaitan dengan kasus itu kemudian diserahkan kepada Satres PPA dan TPPO Polda Jawa Timur di Surabaya.

Penyerahan dilakukan agar penanganan perkara dapat dilanjutkan melalui pemeriksaan dan penyelidikan lebih mendalam. Polisi akan mendalami dugaan proses perekrutan, pemberangkatan hingga eksploitasi terhadap keempat korban.

Penyidik juga masih menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Langkah tersebut diperlukan untuk mengungkap secara utuh bagaimana keempat perempuan tersebut bisa direkrut dan kemudian dibawa ke Jember hingga akhirnya melarikan diri ke Sidoarjo.

Kasus dugaan TPPO tersebut kini berada dalam penanganan lebih lanjut Satres PPA dan TPPO Polda Jawa Timur.

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut