Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ancaman Salmonella Makin Nyata, Peneliti UM Temukan Teknologi Canggih Bisa Deteksi Bakteri Cepat
Advertisement . Scroll to see content

Bayi Baru Lahir Tak Boleh Diberi Telur Mentah, Ini Peringatan Keras Dosen Unair

Senin, 12 Oktober 2026 | 16:16 WIB
  • author Trisna Eka Adhitya
Bayi Baru Lahir Tak Boleh Diberi Telur Mentah, Ini Peringatan Keras Dosen Unair
Dosen Unair mengingatkan bahaya telur mentah bagi bayi 28 hari karena risiko bakteri Salmonella. Simak pentingnya ASI eksklusif hingga usia enam bulan. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemberian telur mentah kepada bayi yang baru berusia 28 hari berpotensi memicu infeksi serius. Di usia yang masih sangat dini, sistem kekebalan tubuh dan saluran pencernaan bayi belum berkembang sempurna sehingga lebih rentan terhadap paparan bakteri berbahaya.

Dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), Mahmud Aditya Rifqi, S.Gz., M.Si., Ph.D., mengingatkan orang tua agar tidak memberikan makanan maupun minuman selain air susu ibu (ASI) kepada bayi berusia di bawah enam bulan, kecuali terdapat indikasi medis berdasarkan anjuran tenaga kesehatan.

“Bayi usia 28 hari sampai enam bulan tidak memerlukan makanan atau minuman apa pun selain ASI, bahkan air putih sekalipun,” kata Mahmud, Senin (12/10/2026).

Dia menegaskan, penyebab pasti suatu kejadian yang melibatkan bayi tetap harus mengacu pada hasil pemeriksaan dan investigasi pihak rumah sakit. Namun, dari sisi gizi, pemberian ASI eksklusif merupakan langkah penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus mendukung perlindungan tubuh bayi.

ASI mengandung berbagai zat gizi dan antibodi yang membantu menunjang pertumbuhan serta perkembangan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, penambahan makanan seperti telur, madu, pisang, atau bubur pada bayi yang belum berusia enam bulan tidak dianjurkan tanpa alasan medis.

Mahmud secara khusus menyoroti risiko telur mentah yang dapat terkontaminasi bakteri Salmonella. Bakteri tersebut bisa menyebabkan infeksi dengan gejala seperti diare, demam, kram perut, hingga gangguan kesehatan yang lebih berat.

Risiko ini menjadi perhatian serius ketika paparan terjadi pada bayi baru lahir atau neonatus. Pada fase tersebut, sistem kekebalan tubuh belum matang, sementara ekosistem mikroorganisme baik di dalam usus masih berkembang.

Kondisi itu membuat kemampuan tubuh bayi dalam menghadapi mikroorganisme penyebab penyakit belum seoptimal orang dewasa.

“Telur mentah berisiko membawa bakteri Salmonella, mikroorganisme patogen yang dapat menimbulkan infeksi dan masalah kesehatan. Sementara, usus anak atau neonatus belum siap menghadapinya karena mikrobiota usus belum terbentuk dan sistem imun masih belum matang,” ujarnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut