BI Jatim Dorong Kebijakan Pembangunan Berbasis Riset
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mendorong penguatan riset sebagai landasan perumusan kebijakan pembangunan daerah.
Pendekatan berbasis bukti dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran, terukur, dan mampu menjawab tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Kepala Perwakilan BI Jatim Ibrahim mengatakan, pemahaman terhadap kondisi riil perekonomian perlu dipadukan dengan riset dan analisis ilmiah yang kuat. Dengan demikian, rekomendasi kebijakan tidak hanya sesuai dengan persoalan di lapangan, tetapi juga objektif dan dapat diimplementasikan.
Pemahaman terhadap kondisi dan permasalahan ekonomi di lapangan merupakan modal penting dalam perumusan kebijakan.
“Namun, pemahaman tersebut perlu dilengkapi dengan riset dan analisis ilmiah yang kuat, agar rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya relevan, tetapi juga objektif, terukur, dan dapat diimplementasikan,” ujarnya saat acara The 13th East Java Economic (EJAVEC) Forum 2026, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, Jatim memiliki potensi ekonomi besar yang perlu terus dioptimalkan melalui peningkatan produktivitas, penguatan daya saing, serta pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Untuk itu, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha diperlukan agar hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi kebijakan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan daerah,” jelasnya.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak juga menekankan pentingnya riset dalam memperkuat arah pembangunan ekonomi. Sebagai provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar kedua secara nasional, Jatim membutuhkan strategi pembangunan yang mempertimbangkan karakteristik wilayah, potensi ekonomi daerah, serta perubahan lingkungan ekonomi global.
“Dukungan riset diharapkan dapat membantu pemerintah mengidentifikasi peluang pertumbuhan dan merumuskan kebijakan yang mampu memperkuat daya saing dan pemerataan ekonomi antardaerah,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap perumusan kebijakan berbasis riset, BI Jatim menyerahkan Prosiding Finalis EJAVEC 2026 dan Laporan Perekonomian Provinsi Jatim Triwulan II 2026 kepada Emil. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan kajian dan analisis ekonomi sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Penyelenggaraan EJAVEC 2026 menerima 559 karya ilmiah atau paper, meningkat 48,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Partisipasi penulis tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri, antara lain Inggris, Australia, dan Taiwan.
Seluruh karya ilmiah tersebut melalui proses seleksi oleh dewan juri yang melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, dan Bank Indonesia.
Kajian yang masuk mencakup enam tema utama, yakni daya saing industri, hilirisasi dan investasi; ketahanan pangan dan stabilitas harga; perdagangan dan konektivitas regional; pariwisata dan sumber ekonomi baru; pengembangan UMKM dan inklusi keuangan; serta kesiapan pasar tenaga kerja dan kesejahteraan sosial.
Selain konferensi, EJAVEC 2026 menghadirkan seminar ekonomi yang membahas prospek perekonomian Jatim, strategi peningkatan produktivitas, pemerataan pertumbuhan, serta ketahanan ekonomi menghadapi dinamika global.
Editor: Arif Ardliyanto