Edukasi Keuangan Digital di Kampus, Mahasiswa Diajak Lebih Cermat Bertransaksi
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kemudahan transaksi keuangan digital perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai keamanan dan perlindungan konsumen. Penipuan berkedok layanan keuangan, pencurian data pribadi, tautan palsu, hingga penyalahgunaan kode OTP (One-Time Password) menjadi risiko yang perlu diwaspadai.
Literasi keuangan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan mobile banking atau pembayaran elektronik. Masyarakat juga perlu memahami cara melindungi data pribadi, mengenali modus penipuan, memastikan legalitas penyedia layanan, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi masalah transaksi.
Untuk memperkuat pemahaman tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli mendukung kehadiran Gerai CERDAS PeKA di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang edukasi dan diskusi bagi mahasiswa untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus memahami hak dan perlindungan konsumen.
Gerai CERDAS PeKA, singkatan dari Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia – Peduli, Kenali, Adukan, diresmikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair.
Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK) yang diinisiasi Bank Indonesia melalui kolaborasi dengan Unair dan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), dengan dukungan BRI.
Peresmian dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan dan Komunikasi Ahmad Solichin Lutfiyanto, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S., Senior Executive Vice President (SEVP) Institutional Business BRI Suyitno, serta Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 12 Surabaya Reza Syahrizal Setiaputra.
Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. mengatakan, kehadiran Gerai CERDAS PeKA bukan sekadar penyediaan fasilitas fisik, melainkan upaya membangun ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami perkembangan ekosistem keuangan digital beserta risikonya.
“Bagi BRI, kehadiran Gerai CERDAS PeKA pada hari ini memiliki makna yang sangat penting. Bukan hanya karena kita meresmikan sebuah fasilitas baru, tetapi karena kita sedang membangun sebuah ruang belajar, ruang diskusi, sekaligus ruang perlindungan bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan ekosistem keuangan dan transaksi digital yang semakin dinamis,” ujar Dippo, Selasa (27/101/2026).
Menurutnya, kemampuan menggunakan layanan keuangan perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai karakteristik produk, potensi risiko, keamanan data pribadi, dan mekanisme penyelesaian masalah. Mahasiswa juga perlu membiasakan diri memeriksa informasi sebelum bertransaksi, menggunakan aplikasi dari sumber resmi, serta tidak memberikan informasi rahasia kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi.
Dalam transaksi sehari-hari, konsumen diimbau tidak membagikan PIN, kata sandi, maupun kode OTP kepada siapa pun. Pengguna juga perlu mengaktifkan fitur keamanan perangkat, memeriksa nama dan tujuan penerima sebelum mentransfer uang, serta menghindari tautan atau akses layanan perbankan yang mencurigakan.
Jika menemukan transaksi yang tidak dikenal, konsumen sebaiknya segera menghubungi kanal resmi bank atau penyedia layanan terkait dan menyimpan bukti transaksi untuk membantu proses penanganan.
Regional Chief Executive Officer BRI Region 12 Surabaya Reza Syahrizal Setiaputra menjelaskan, Gerai CERDAS PeKA mengusung tiga pendekatan utama, yakni Peduli, Kenali, dan Adukan.
Peduli berarti membangun kesadaran untuk menjaga data pribadi dan keamanan transaksi. Kenali mengajak konsumen memahami karakteristik produk serta layanan keuangan digital berikut risikonya. Sementara Adukan mendorong konsumen memanfaatkan kanal pengaduan yang tepat ketika menghadapi kendala atau dugaan permasalahan transaksi.
“Melalui pendekatan tersebut, gerai ini diharapkan menjadi ruang belajar yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pengelola kampus, dan organisasi kemahasiswaan. Berbagai kegiatan edukasi, diskusi, dan konsultasi dapat diarahkan untuk memperkuat pemahaman mengenai layanan keuangan, keamanan transaksi, serta hak dan kewajiban konsumen,” jelas Reza.
Editor: Arif Ardliyanto