Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Server Terbakar di Untag Surabaya, Akses Internet dan Sistem Informasi Kampus Terganggu
Advertisement . Scroll to see content

Tak Lagi Bergantung pada PLN, Petani Kampung Maspati Surabaya Kini Manfaatkan Solar Panel

Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:12 WIB
  • author Trisna Eka Adhitya
Tak Lagi Bergantung pada PLN, Petani Kampung Maspati Surabaya Kini Manfaatkan Solar Panel
Untag Surabaya memasang solar panel di Kampung Maspati untuk mendukung pengairan urban farming. Petani dilatih mengoperasikan teknologi energi surya tanpa bergantung pada PLN. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Keterbatasan lahan dan kebutuhan air menjadi tantangan bagi warga yang mengembangkan pertanian perkotaan di tengah padatnya permukiman Surabaya. Untuk menjawab persoalan tersebut, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menghadirkan sistem pengairan tanaman berbasis energi surya di Kampung Kawak Maspati, Kelurahan Bubutan.

Melalui pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pompa air untuk kegiatan urban farming dapat dioperasikan menggunakan energi matahari tanpa bergantung langsung pada pasokan listrik dari jaringan PLN. Inovasi ini diharapkan membantu kelompok tani menjaga keberlangsungan penyiraman tanaman sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan kepada masyarakat.

Instalasi PLTS tersebut dipasang pada 12 Oktober 2026 melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB). Tidak berhenti pada pemasangan perangkat, Untag Surabaya juga memberikan pelatihan agar warga mampu mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri.

Sebanyak 17 anggota Kelompok Tani Kawak mengikuti pelatihan pada 24 Oktober 2026. Materi yang diberikan mencakup pengoperasian perangkat, perawatan instalasi, keselamatan kerja, hingga penanganan gangguan teknis sederhana.

Ketua pelaksana program, Aris Heri Andriawan, mengatakan penerapan teknologi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam mendukung pengairan tanaman di kawasan permukiman padat.

“Pemasangan sistem pengairan berbasis tenaga surya ini merupakan upaya kami menghadirkan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Kami berharap sistem ini membantu Kelompok Tani Kawak memenuhi kebutuhan penyiraman tanaman sekaligus meningkatkan pemahaman warga tentang pemanfaatan energi terbarukan,” ujar Aris dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut