BJTM Genjot Pembiayaan Produktif, Penyaluran Kredit Capai Rp110,82 Triliun
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Penyaluran kredit PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencapai Rp110,82 triliun hingga September 2026. Angka tersebut tumbuh 38,09 persen secara tahunan dan menjadi salah satu indikator peningkatan fungsi intermediasi perbankan dalam mendukung aktivitas ekonomi.
Pertumbuhan kredit tersebut sejalan dengan peningkatan pengelolaan dana masyarakat yang mencapai Rp125,02 triliun atau tumbuh 25,87 persen. Sementara itu, total aset konsolidasi Bank Jatim tercatat sebesar Rp163,37 triliun, meningkat 30,59 persen.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, kontribusi perbankan terhadap perekonomian dilakukan melalui fungsi intermediasi, terutama penyaluran pembiayaan pada berbagai segmen, khususnya sektor ekonomi produktif.
Menurutnya, peran perbankan daerah tidak hanya sebatas menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat. Bank juga berkontribusi melalui penyediaan layanan keuangan untuk mempermudah transaksi serta pembayaran dividen yang menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Di tengah dinamisnya kondisi ekonomi belakangan ini, kolaborasi merupakan jalan tengah bagi pelaku industri keuangan untuk bertahan dan tumbuh bersama saling melengkapi,” ujar Winardi, Jumat (30/10/2026).
Selain memperkuat pembiayaan, emiten berkode BJTM itu juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) lain yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bank (KUB). Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masing-masing bank, membuka peluang bisnis baru, dan menciptakan nilai tambah bagi anggota kelompok.
Salah satu implementasinya dilakukan melalui penyediaan layanan digital pembayaran Jconnect PartnerPay kepada Bank Banten. Layanan tersebut memungkinkan nasabah melakukan transaksi secara real time melalui QRIS dan Virtual Account.
Sejumlah instansi dan nasabah korporasi Bank Banten, termasuk RSUD Banten, RSUD Balaraja, dan RSUD Labuan, telah menggunakan layanan tersebut. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, total transaksi yang tercatat mencapai sekitar 21.095 transaksi.
“Kolaborasi antar-BPD menjadi salah satu enabler bagi pertumbuhan ekonomi negara, dari regional untuk kekuatan nasional,” kata Winardi.
Dari sisi kinerja keuangan, Bank Jatim secara konsolidasi membukukan laba bersih sebesar Rp1,86 triliun pada triwulan III 2026. Perolehan tersebut tumbuh 61,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, pendapatan bunga bersih konsolidasi tercatat tumbuh 39,19 persen. Untuk kinerja bank only, Bank Jatim membukukan total aset Rp102,61 triliun, penyaluran kredit Rp66,54 triliun, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp76,37 triliun.
Adapun laba bersih bank only tercatat sebesar Rp1,06 triliun dengan pendapatan bunga bersih mencapai Rp4,44 triliun.
Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana tersebut menjadi bagian dari peran Bank Jatim dalam menjalankan fungsi intermediasi. Ke depan, penguatan pembiayaan sektor produktif dan kolaborasi antar-BPD diharapkan dapat memperluas dukungan perbankan terhadap aktivitas ekonomi di daerah.
Editor: Arif Ardliyanto