Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dispenser Sabun Otomatis Bantu Siswa Berkebutuhan Khusus Lebih Mandiri Menjaga Kebersihan
Advertisement . Scroll to see content

Eco Green ITS Bina UMKM Ecoprint, dari Pelatihan Produksi hingga Pemasaran

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:21 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Eco Green ITS Bina UMKM Ecoprint, dari Pelatihan Produksi hingga Pemasaran
Eco Green ITS membina UMKM ecoprint melalui pelatihan produksi hingga pemasaran. Program ini mendorong pelaku usaha mengembangkan produk ramah lingkungan dan meningkatkan daya saing. Foto iNewsSurabaya.id/arif

KEDIRI, iNewsSurabaya.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pendampingan usaha ecoprint, teknik pembuatan motif kain menggunakan daun dan bagian tumbuhan alami.

Program ini tidak hanya berfokus pada keterampilan menghasilkan produk, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas, pengembangan usaha, hingga strategi pemasaran agar produk masyarakat memiliki nilai ekonomi.

Ketua Pengabdian Masyarakat atau PKM ITS di Badas, Kediri, Prof. Setiawan, menjelaskan, kegiatan pendampingan UMKM ecoprint telah dilakukan secara berkelanjutan sejak 2023 hingga 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, pengembangan UMKM memerlukan pendampingan menyeluruh. Pelatihan produksi saja tidak cukup apabila pelaku usaha belum memiliki kemampuan untuk memasarkan hasil karyanya.

“Pengabdian masyarakat ini tidak berhenti pada pembuatan produk. Kami juga mendampingi bagaimana produk tersebut bisa dipasarkan sehingga memiliki nilai ekonomi dan dapat dikembangkan menjadi usaha,” ujar Prof. Setiawan.


Eco Green ITS membina UMKM ecoprint melalui pelatihan produksi hingga pemasaran. Program ini mendorong pelaku usaha mengembangkan produk ramah lingkungan dan meningkatkan daya saing. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Ia menjelaskan, pengembangan ecoprint memiliki keunggulan karena memanfaatkan bahan alami yang relatif mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Daun dan berbagai jenis tumbuhan dapat digunakan untuk menghasilkan motif khas pada kain, sehingga setiap produk memiliki karakter tersendiri.

Ketertarikan terhadap ecoprint juga didukung pengalaman pendampingan masyarakat. Prof. Setiawan menilai, teknik ini lebih mudah dipelajari oleh peserta dibandingkan batik tulis yang membutuhkan proses pengerjaan panjang serta keterampilan khusus untuk menghasilkan kualitas yang baik.

“Kalau ecoprint, berdasarkan pengalaman saya mendatangi peserta yang pernah dilatih, tingkat keberhasilannya sangat tinggi. Keterampilan memang tetap membutuhkan jam terbang, tetapi teknik ini relatif mudah dipelajari masyarakat,” katanya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut