Miris! Sudah Dapat Beasiswa, Siswa Miskin di Surabaya Tetap Gagal Lanjut Sekolah
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Praktik penahanan ijazah oleh sekolah swasta kembali menjadi sorotan DPRD Kota Surabaya. Ironisnya, persoalan yang berkaitan dengan tunggakan biaya pendidikan tersebut masih menghambat masa depan anak dari keluarga kurang mampu, meskipun mereka telah mendapatkan bantuan pendidikan dari pemerintah.
Kasus ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Surabaya saat membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027. Dalam forum tersebut, anggota dewan menyoroti masih adanya persoalan administrasi pendidikan yang berpotensi membuat siswa kehilangan kesempatan melanjutkan sekolah.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr Michael Leksodimulyo, mengungkapkan pengalaman seorang siswa dari keluarga tidak mampu yang gagal melanjutkan pendidikan karena ijazah SMP-nya masih ditahan sekolah swasta.
Padahal, siswa tersebut telah memperoleh beasiswa dari pemerintah. Kondisi ekonomi keluarganya juga tercatat dalam kelompok desil penerima bantuan sosial.
Namun, bantuan pendidikan yang seharusnya membuka jalan bagi masa depan anak tersebut ternyata belum mampu menyelesaikan persoalan administrasi yang dihadapinya.
Michael menjelaskan, pihak sekolah hanya memberikan kesempatan kepada siswa untuk memotret ijazah. Dokumen asli yang dibutuhkan untuk proses pendaftaran ke jenjang pendidikan berikutnya tidak diberikan.
"Anak ini mendapatkan beasiswa pemerintah. Dia pintar, desilnya juga masuk. Tetapi, dia tidak bisa melanjutkan sekolah karena hanya mendapatkan foto ijazah SMP. Apakah kondisi finansial orang tua harus dikaitkan dengan masa depan anak?" tegas Michael.
Ia mengaku telah berupaya meminta pihak yayasan sekolah menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil melalui mekanisme yang tersedia.
Editor: Arif Ardliyanto