Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dana Pendidikan Surabaya Tembus Rp2 Triliun, DPRD Ingatkan Masih Ada Anak Tertahan Ijazah
Advertisement . Scroll to see content

Aktivitas Fisik Remaja Rendah, Program Sekolah Sehat Sasar 11.000 Siswa

Jum'at, 06 November 2026 | 12:44 WIB
  • author Hendro Djatmiko
Aktivitas Fisik Remaja Rendah, Program Sekolah Sehat Sasar 11.000 Siswa
Program Sekolah Sehat HiLo menyasar 55 sekolah di 11 kota, termasuk enam sekolah di Surabaya, untuk membangun kebiasaan hidup sehat bagi remaja. Foto iNewsSurabaya.id/hendro

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kebiasaan hidup kurang sehat di kalangan remaja menjadi perhatian serius. Mulai dari minimnya aktivitas fisik hingga pola konsumsi makanan yang tidak seimbang, berbagai faktor tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan anak usia sekolah.

Kondisi ini mendorong perlunya pembiasaan pola hidup sehat sejak dini. Sekolah pun dinilai memiliki peran strategis karena menjadi tempat siswa menghabiskan sebagian besar waktu untuk belajar dan beraktivitas.

Salah satu upaya yang dilakukan melalui peluncuran Program Sekolah Sehat HiLo. Program kolaboratif ini melibatkan siswa, guru, orang tua, hingga pengelola kantin untuk membangun lingkungan pendidikan yang mendukung kebiasaan hidup sehat.

Perhatian terhadap kesehatan remaja bukan tanpa alasan. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi gizi lebih, termasuk kelebihan berat badan dan obesitas, mencapai 16,2 persen pada kelompok usia 13–15 tahun. Sementara pada kelompok usia 16–18 tahun angkanya mencapai 12,1 persen.

Artinya, sekitar satu dari enam remaja usia SMP dan satu dari delapan remaja usia SMA mengalami kelebihan berat badan.

Persoalan lain terlihat dari aktivitas fisik yang masih rendah. SKI 2023 mencatat sebanyak 58 persen remaja usia 10–14 tahun dan 50,4 persen kelompok usia 15–19 tahun memiliki aktivitas fisik yang kurang.

Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan anak dan remaja melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat rata-rata minimal 60 menit setiap hari.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa tantangan kesehatan remaja tidak cukup diatasi melalui edukasi tentang makanan bergizi. Diperlukan perubahan kebiasaan yang mencakup aktivitas fisik, pola konsumsi, serta lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat.

Melalui Program Sekolah Sehat HiLo, sebanyak 55 sekolah di 11 kota di Indonesia ditargetkan terlibat selama tiga bulan. Program tersebut diproyeksikan menjangkau sekitar 11.000 siswa.

Di Surabaya, terdapat enam sekolah yang menjadi bagian dari pelaksanaan program, yakni SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, SMP Negeri 17 Surabaya, SMP Negeri 6 Surabaya, SMP Labschool Unesa 2, SMP Labschool Unesa 3, dan SMP Tamiriyah.

Pelaksanaannya berfokus pada empat aspek utama. Pertama, mendorong siswa lebih aktif bergerak dalam keseharian. Kedua, memperkuat keterlibatan guru sebagai penggerak kebiasaan hidup sehat.

Ketiga, meningkatkan pemahaman siswa mengenai pola makan dan gizi seimbang. Keempat, mengajak seluruh unsur sekolah, termasuk orang tua dan pengelola kantin, terlibat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan sehat. Sebab, perilaku anak tidak hanya dipengaruhi materi yang diterima di kelas, tetapi juga contoh dan kondisi lingkungan di sekitarnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut