Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dana Pendidikan Surabaya Tembus Rp2 Triliun, DPRD Ingatkan Masih Ada Anak Tertahan Ijazah
Advertisement . Scroll to see content

Aktivitas Fisik Remaja Rendah, Program Sekolah Sehat Sasar 11.000 Siswa

Jum'at, 06 November 2026 | 12:44 WIB
  • author Hendro Djatmiko
Aktivitas Fisik Remaja Rendah, Program Sekolah Sehat Sasar 11.000 Siswa
Program Sekolah Sehat HiLo menyasar 55 sekolah di 11 kota, termasuk enam sekolah di Surabaya, untuk membangun kebiasaan hidup sehat bagi remaja. Foto iNewsSurabaya.id/hendro

Kantin sekolah, misalnya, memiliki pengaruh terhadap pilihan makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa. Sementara guru dan orang tua dapat memberikan teladan melalui kebiasaan sehari-hari, termasuk menjaga pola makan dan rutin melakukan aktivitas fisik.

Area Marketing Manager Nutrifood Jawa Timur, Dr. Andre Setiawan Omarhadi, S.T.P., M.M., mengatakan pembentukan budaya hidup sehat membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem sekolah.

Menurut dia, pendekatan yang dilakukan tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga pihak-pihak yang memiliki peran dalam membentuk kebiasaan mereka.

"Kami ingin melangkah lebih jauh dengan melibatkan seluruh ekosistem sekolah, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga mitra kantin, agar budaya hidup sehat dapat tumbuh secara berkelanjutan," ujarnya.

Dukungan terhadap upaya tersebut juga disampaikan perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Bambang Hariyanto, S.T.P. Dia menilai kesehatan anak usia sekolah merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat langkah promotif dan preventif, sekaligus meningkatkan kesadaran warga sekolah dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Kesehatan anak usia sekolah merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Kehadiran program ini diharapkan dapat membuat perilaku hidup bersih dan sehat semakin terbiasa diterapkan di lingkungan sekolah," tuturnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Heri Setiawan, menekankan pentingnya menanamkan pemahaman mengenai gizi seimbang dan aktivitas fisik sejak usia remaja.

Menurutnya, pengetahuan tentang kesehatan perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Dengan begitu, siswa tidak hanya memahami pentingnya hidup sehat melalui pembelajaran, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pandangan serupa disampaikan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Satiah. Dia menilai kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah turut berperan dalam membentuk perilaku hidup sehat.

Kesadaran menjaga kesehatan, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Sekolah diharapkan menjadi ruang yang mendukung proses belajar sekaligus membiasakan siswa menjaga kebersihan lingkungan.

Sebagai bagian dari peluncuran program, para pemangku kepentingan juga menyampaikan komitmen bersama melalui Papan Komitmen Sekolah Sehat.

Komitmen tersebut menjadi simbol keterlibatan berbagai pihak dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih sehat. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada konsistensi penerapan kebiasaan baik dalam aktivitas sekolah sehari-hari.

Pada akhirnya, membentuk generasi sehat bukan hanya persoalan mengatur makanan atau menyediakan waktu olahraga. Lebih dari itu, diperlukan lingkungan yang mampu mendorong anak menjadikan perilaku sehat sebagai bagian dari rutinitas.

Melalui keterlibatan siswa, guru, orang tua, dan pengelola kantin, sekolah memiliki kesempatan untuk menanamkan kebiasaan tersebut sejak dini. Dengan demikian, pendidikan kesehatan tidak berhenti sebagai teori di ruang kelas, tetapi tumbuh menjadi perilaku yang terbawa hingga dewasa.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut