UMKM Risol Surabaya Naik Kelas, Penjualan Melejit 62 Persen Berkat Sentuhan Kampus
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut terus berinovasi agar mampu bertahan dan bersaing di tengah perkembangan pasar. Tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, pelaku usaha juga perlu memperkuat kapasitas produksi, legalitas, standardisasi mutu, hingga strategi pemasaran.
Upaya tersebut dilakukan Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan mendampingi UMKM pangan olahan Yummy Bee di kawasan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya.
Pendampingan ini membawa perubahan pada proses produksi hingga pengelolaan usaha. Mulai dari pemberian teknologi tepat guna (TTG), pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), pembaruan desain kemasan, hingga pendampingan kesiapan sertifikasi halal.
Hasilnya cukup signifikan. Selama periode evaluasi, penjualan produk Yummy Bee meningkat 62,37 persen. Keuntungan usaha juga mengalami kenaikan sebesar 62,73 persen setelah pelaku UMKM menerapkan sejumlah pembenahan yang diberikan tim pendamping.
Program bertajuk Integration of Appropriate Technology, NIB, SOP, and Halal Readiness in Strengthening Yummy Bee MSMEs tersebut kemudian dipresentasikan dalam Konferensi Nasional PKM-CSR ke-12 tahun 2026 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Dalam forum ilmiah nasional tersebut, ketua tim pengabdi, Nurleila Jum'ati, S.Psi., M.M., M.Psi., Psikolog, berhasil meraih penghargaan Best Presenter.
"Pendampingan ini dirancang secara komprehensif dari hulu ke hilir. Kami tidak hanya menghadirkan bantuan peralatan, tetapi juga menanamkan tata kelola mutu melalui SOP, pembukuan digital, legalitas usaha resmi, hingga persiapan sertifikasi halal agar UMKM mitra siap bersaing di pasar modern," terang Nurleila.
Editor: Arif Ardliyanto