Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mikroplastik di Udara Picu Gangguan Imun Otak, Ecoton Desak Pemerintah Bertindak
Advertisement . Scroll to see content

Krueng Aceh Terkontaminasi Mikroplastik, Butuh Prioritas Penanganan Sampah Plastik Provinsi Aceh

Selasa, 31 Mei 2022 | 15:27 WIB
  • author Ali Masduki
Krueng Aceh Terkontaminasi Mikroplastik, Butuh Prioritas Penanganan Sampah Plastik Provinsi Aceh
Pendeteksian kesehatan Krueng Aceh yang hulunya ada di Aceh Besar sedangkan hilirnya ada di Banda Aceh.(Foto: Tim ESN for iNewsSurabaya.id)

Sedangkan untuk wilayah Hulu di Aceh Besar kandungan mikroplastiknya lebih rendah dibandingkan Segmen tengah dan Segmen Hilir. Di Hulu kandungan Mikroplastik 36-60 PM/100 L. 

“Di Hulu kandungan mikroplastiknya lebi rendah dibanding Hilir, kontaminasi terkecil ada di Lambeugak sebesar 36 PM/100 L sedangkan wilayah hulu lainnya yaitu di Keumireu sebsar 60 PM/100L,” papar Eka.

 

Peneliti yang juga anggota tim ESN, Prigi Arisandi menambahkan, temuan mikroplastik di Krueng Aceh akibat banyaknya sampah plastik yang dibuang di badan air sungai. 

Ada beragam jenis sampah plastik seperti tas kresek, sachet makanan, Styrofoam, popok bayi dan packaging (bungkus) personal care seperti sachet shampo, sabun, detergen cuci dan botol plastik minuman.

"Sampah plastik sekali pakai yang dibuang ke sungai akan terfragmentasi (terpecah) menjadi serpihan plastik kecil berukuran dibawah 5 mm yang disebut mikroplastik," tuturnya.

Diketahui, mikroplastik adalah serpihan plastik berukuran kurang dari 5 mm yang berasal dari hasil fragmentasi atau terpecahnya plastik-plastik ukuran besar. Seperti tas kresek, sedotan, sachet, popok dan bungkus plastik atau peralatan terbuat dari plastik yang menjadi sampah dan terbuang di media air atau media lingkungan lainnya. 

Proses pecahnya plastik ukuran besar menjadi ukuran kecil disebabkan oleh radiasi sinar matahari, pengaruh fisik gerakan atau arus air.  

Editor: Ali Masduki

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut