Wakil Bupati Mojokerto, Mohammad Al Barra menuturkan, kegiatan yang mengangkat tema "Refleksi Tahun Baru Hijriyah Menuju Moderinisasi Beragama Ala Thariqah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah An - Nah Diyah" ini merupakan hajatan positif. Karena mengajak generasi muda untuk lebih berwawasan keagaman dan cinta dengan Sholawat.
Kehadiran Habib Ahmad Bin Mustofa Al Haddar, kata dia, seolah mengobati rasa kerinduan sejak pandemi mewabah selama 3 tahun terakhir.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Ahmad Miftahuddin As-Shidiq menjelaskan, bahwa acara tersebut merupakan pertama diselenggaran di Desa Bangun.
"Ini sebagai awal dan cara untuk mempererat silaturahmi dengan tokoh masyarakat, baik pemerintah desa, pemuda dan tokoh agama," ujarnya.
Bangun Bersholawat tersebut juga sebagai langkah merangkul pemuda - pemuda untuk lebih cinta dengan sholawat dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat demi tercapainya modernisasi beragama dengan berwawasan NU.
Dengan memperbanyak Sholawat, diharapkan bangsa Indonesia dihindarkan dari segala musibah. Bangun Bersholawat pun dipungkasi dengan beberapa lantunan Sholawat merdu.
Di antaranya syair Padang Bulan, Turi-Turi Putih, Ya Hananah hingga Mahalum Qiyam. Lalu, ditutup do'a oleh ustad Khoiri Assadulloh selaku Rois Suriah NU Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.
Editor : Ali Masduki
Artikel Terkait