SURABAYA, iNEWSSURABAYA.ID – Isu kelangkaan garam industri yang diungkapkan oleh Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) akhir-akhir ini telah menimbulkan kebingungan di kalangan pengusaha dan petani garam. Mengapa informasi tentang krisis garam baru muncul menjelang Lebaran 2025, padahal sebelumnya tidak ada tanda-tanda akan terjadi kelangkaan?
Pernyataan GAPMMI mengenai kelangkaan garam industri bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, beberapa waktu lalu di Ponorogo.
Trenggono menjamin bahwa pasokan garam akan tetap stabil selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 2025. Namun, di penghujung Ramadan, GAPMMI justru mengungkapkan adanya kelangkaan garam yang mengganggu pasar.
Temuan Garam Impor di Tol Surabaya-Gresik
Yang lebih mengejutkan, beberapa waktu lalu ditemukan tumpukan garam yang diduga hasil impor di Prambanan Kilometer 12,5 Tol Surabaya-Gresik, tepatnya di arah Romokalisari menuju Manyar Gresik.
Temuan ini menambah kecurigaan bahwa kelangkaan garam industri mungkin dipicu oleh permainan harga yang melibatkan pihak-pihak tertentu.
Ketua Asosiasi Petani Garam Rakyat, Djakfar Shodiq, mengungkapkan bahwa tumpukan garam tersebut kemungkinan besar merupakan garam impor yang sengaja ditahan untuk menciptakan kesan kelangkaan.
"Ada gundukan garam yang saya lihat di KM 12,5 Tol Surabaya-Gresik. Saya yakin itu garam impor," ujar Shodiq.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait