Warga dari berbagai desa di Pati berdatangan sejak pagi, membawa logistik secara sukarela — mulai dari air mineral, pisang, nasi bungkus, hingga hasil bumi seperti singkong dan jagung. Dukungan logistik ini menjadi bukti bahwa aksi ini bukan hasil mobilisasi elite politik, melainkan gerakan akar rumput.
Menanggapi aksi ini, Bupati Sudewo menyebut adanya indikasi penunggang politik dalam demonstrasi tersebut. Ia berdalih semua tuntutan warga telah ditanggapi dan diselesaikan oleh Pemkab.
“Kalau semua sudah dipenuhi tapi tetap memaksa, berarti ini tidak murni. Ada kepentingan politik di baliknya,” ujarnya kepada awak media.
Namun, klaim tersebut langsung dibantah keras oleh Koordinator Aksi, Supriyono alias Botok, yang mengaku sebagai mantan pendukung setia Sudewo saat Pilkada lalu.
“Saya dan banyak kawan-kawan di sini dulunya mendukung Pak Sudewo. Tapi kini dia justru mengkhianati rakyat dengan kebijakan arogan dan sepihak. Ini murni suara rakyat, tidak ada yang menunggangi!” tegas Botok.
Aksi ini disebut melibatkan lebih dari 100.000 massa, angka yang mengejutkan mengingat konteks wilayah dan jumlah penduduk Kabupaten Pati. Aliansi menegaskan bahwa aksi akan terus digelar setiap hari hingga tuntutan mundur benar-benar dipenuhi.
Penulis :
Amin Wahyono
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
