IKA UB juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban dalam insiden tersebut. Mereka menolak keras segala bentuk aksi anarkis, penjarahan, dan kekerasan yang dianggap mencederai nilai luhur Pancasila.
Dalam sikap resminya, IKA UB menyoroti delapan poin penting, di antaranya:
1. Menyatakan duka atas korban jiwa maupun luka.
2. Mengutuk aksi anarkis dan provokasi yang merusak persatuan bangsa.
3. Mendesak aparat keamanan untuk bekerja profesional dan humanis.
4. Mendukung kehidupan demokrasi yang bermartabat.
5. Mengajak alumni serta keluarga besar UB untuk mengutamakan solidaritas dan cara damai dalam menyampaikan aspirasi.
6. Mendorong pemerintah mengatasi kesenjangan sosial, politik, dan hukum.
7. Mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan.
8. Memastikan situasi kondusif demi kemajuan Indonesia.
“Pernyataan ini adalah tanggung jawab moral IKA UB sekaligus bentuk komitmen kami dalam ikut serta memajukan kehidupan bangsa dan negara,” tutup Zainal.
Dengan seruan tersebut, IKA UB berharap dinamika politik yang tengah terjadi bisa disikapi secara bijak. Dialog terbuka dan langkah konkret mempersempit jurang kesenjangan dianggap sebagai kunci menjaga Indonesia tetap damai dan bersatu.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
