Sementara itu, istri almarhum, Lusia Yekti Handayani mengungkapkan rasa terima kasihnya pada semua pihak yang membantu pengabdian almarhum untuk Kota Surabaya.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PDI Perjuanfan khususnya ibu Megawati yang telah memberi kesempatan beliau untuk mengabdi pada Kota Surabaya ini," jelasnya.
Ia juga meminta maaf apabila semasa hidupnya almarhum banyak melakukan kesalahan baik disengaja maupun tidak. "Dan akhirnya sebagai manusia biasa kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," tutupnya.
Penghormatan terakhir di Gedung DPRD ini menjadi simbol perpisahan antara almarhum dan lembaga yang pernah ia pimpin. Gedung yang selama ini menjadi tempatnya memperjuangkan aspirasi warga Surabaya, kini menjadi saksi bisu kepergian seorang tokoh yang meninggalkan jejak pengabdian dan kenangan bagi banyak orang.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
