Dia menyebut, pemuda saat ini dituntut tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
“Menjadi pemimpin itu bukan hanya soal jabatan, tetapi bagaimana mengelola ide dan menyampaikan pesan secara efektif. Di sinilah pentingnya kemampuan komunikasi, termasuk melalui podcast dan media digital lainnya,” jelas Arif.
Dia juga mendorong peserta untuk berani tampil dan menyuarakan gagasan, karena menurutnya ide-ide besar sering kali lahir dari keberanian untuk berbicara dan berbagi.
Program Pembinaan Kepemimpinan Pemuda ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Surabaya dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya siap menjadi pemimpin masa depan, tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan di era digital.
Dengan kombinasi antara penguatan karakter, keterampilan komunikasi, dan pemanfaatan teknologi, diharapkan para peserta mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
