Program Makan Bergizi Gratis Surabaya Disorot, 200 Siswa Dilaporkan Sakit

Arif Ardliyanto
Insiden dugaan keracunan dalam program MBG Surabaya membuat 200 siswa mengalami gangguan kesehatan. DPRD minta evaluasi total dilakukan. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

Bang Jo menilai kejadian ini menjadi alarm penting bagi pemerintah agar sistem pengawasan program MBG diperketat. Sebab program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa tersebut tidak boleh menimbulkan risiko kesehatan baru di lingkungan sekolah.

Ia juga meminta hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat. Transparansi dinilai penting agar publik mengetahui penyebab pasti insiden dugaan keracunan tersebut sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

Selain itu, DPRD Surabaya mendorong adanya evaluasi berkala terhadap seluruh vendor maupun pihak penyedia makanan yang terlibat dalam program MBG. Standar keamanan pangan, higienitas, dan kualitas distribusi disebut harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terulang.

“Peristiwa ini harus menjadi evaluasi serius bagi semua pihak demi menjamin keamanan program pelayanan publik, terutama yang berkaitan langsung dengan anak-anak,” katanya.

Bang Jo berharap seluruh siswa yang mengalami keluhan kesehatan dapat segera pulih dan kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

“Semoga seluruh siswa yang terdampak segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network