Menanam Harapan Sehat Lewat Sebutir Telur untuk Anak-Anak Pesisir Lamongan

Lukman Hakim
Di balik program gizi, terdapat harapan anak-anak Lamongan untuk tumbuh sehat. Foto : Lukman Hakim.

Terpisah, Guru Besar Departemen Gizi Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati,  menyoroti masih besarnya persoalan malnutrisi di Indonesia yang disebutnya sebagai triple burden of malnutrition atau tiga beban masalah gizi sekaligus.

Menurut Sandra, malnutrisi tidak hanya berkaitan dengan kekurangan gizi, tetapi juga mencakup kelebihan gizi yang kini semakin banyak dialami anak-anak di Indonesia.

“Indonesia menghadapi tiga masalah gizi sekaligus, yakni kekurangan gizi makro, kekurangan gizi mikro, dan kelebihan gizi seperti overweight serta obesitas,” ujar Sandra.

Ia menjelaskan, kekurangan gizi makro mencakup stunting, wasting, dan underweight. Stunting merupakan kondisi tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya, sementara wasting terjadi ketika berat badan tidak sesuai dengan tinggi badan, dan underweight adalah berat badan yang tidak sesuai dengan umur.

Sandra mengungkapkan, angka kekurangan zat besi pada anak sekolah di Indonesia masih cukup tinggi dan mencapai hampir 40 persen. “Walaupun kebutuhan vitamin dan mineral itu kecil, tetapi sangat vital bagi pertumbuhan dan kesehatan anak,” katanya.

Karena itu, Sandra mengapresiasi adanya edukasi mengenai gizi seimbang kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa konsep “Isi Piringku” yang diperkenalkan Kementerian Kesehatan sejak 2014 menjadi salah satu pedoman penting dalam pola makan sehat anak.

Konsep tersebut menekankan pentingnya mengonsumsi makanan beraneka ragam yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral secara seimbang. “Tidak ada satu makanan pun yang mengandung seluruh zat gizi secara lengkap. Karena itu anak harus makan beragam pangan,” jelasnya.

Selain pola makan, Sandra juga menekankan pentingnya aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan sehat, serta rutin memantau berat badan dan tinggi badan anak. Menurutnya, kesehatan anak sangat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan. Ketika anak sering sakit, berat badan akan mudah turun dan pertumbuhannya terganggu.

“Karena itu edukasi gizi pada dua tahun pertama kehidupan sangat penting, terutama bagi para ibu,” pungkasnya.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network