Rotasi Jadi Senjata Persebaya Hadapi Jadwal Padat
Padatnya jadwal pertandingan membuat tim pelatih menyiapkan strategi rotasi pemain. Apalagi regulasi Piala Presiden 2026 memperbolehkan delapan kali pergantian pemain dalam satu pertandingan.
Tavares menilai kebijakan tersebut sangat membantu karena kondisi fisik sebagian besar pemain belum berada di level terbaik.
"Dengan aturan delapan pergantian pemain, besar kemungkinan kami akan memanfaatkannya. Kondisi fisik pemain saat ini memang belum sesuai dengan yang kami inginkan sehingga rotasi menjadi hal yang penting selama turnamen," jelasnya.
Rotasi juga menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk mengevaluasi kemampuan seluruh pemain dalam situasi pertandingan yang sesungguhnya.
Chemistry dan Adaptasi Pemain Baru Jadi Perhatian
Selain menjaga kebugaran, Persebaya terus membangun kekompakan permainan. Tavares menilai pertandingan jauh lebih efektif dibanding latihan karena mampu menunjukkan kemampuan pemain dalam berkomunikasi, memahami peran, hingga menghadapi tekanan pertandingan.
"Kami ingin melihat kemampuan seluruh pemain. Ada beberapa pemain yang baru pertama kali tampil di Indonesia sehingga mereka membutuhkan waktu untuk membangun chemistry dengan rekan-rekannya," tuturnya.
Menurutnya, proses adaptasi tersebut menjadi modal penting agar permainan kolektif Persebaya semakin matang ketika Liga 1 bergulir.
Transisi Bertahan Jadi Fokus Utama Bajul Ijo
Tavares juga memberikan perhatian khusus terhadap transisi permainan, terutama saat tim kehilangan penguasaan bola. Ia ingin seluruh pemain memiliki komitmen tinggi dalam membantu rekan setim dan menjaga keseimbangan permainan.
"Target utama saya di Piala Presiden adalah melihat komitmen para pemain ketika tim kehilangan bola. Mereka harus aktif bergerak, memberikan dukungan kepada rekan setim, dan menjalankan transisi bertahan maupun menyerang dengan baik. Sepak bola bukan hanya soal apa yang dilakukan saat menguasai bola," tegasnya.
Pelatih berusia 46 tahun itu memastikan kesempatan bermain akan diberikan kepada siapa saja yang menunjukkan kualitas terbaik, tanpa memandang usia.
Hal itu sudah dibuktikan lewat kepercayaan yang diberikan kepada Dava Yunna Adi Putra, yang menjalani debut bersama tim utama saat menghadapi PSIS Semarang pada laga 99th Anniversary Game.
"Usia bukan faktor utama bagi saya. Saya bisa memainkan pemain berusia 35 tahun jika memang layak, begitu juga pemain berusia 16 atau 17 tahun. Dava mendapat kesempatan karena menunjukkan performa yang baik selama latihan," katanya.
Tak hanya Dava, pemain anyar seperti Diogo Ramalho juga dinilai masih memiliki ruang besar untuk berkembang seiring berjalannya turnamen.
Persebaya Ingin Terus Berkembang di Setiap Pertandingan
Menutup keterangannya, Bernardo Tavares kembali menegaskan bahwa target utama Persebaya di Piala Presiden 2026 adalah membangun tim yang semakin kuat dari laga ke laga.
Ia mengakui gelar juara turnamen pramusim tidak selalu berbanding lurus dengan keberhasilan di kompetisi liga. Namun, semangat untuk meraih kemenangan tetap menjadi bagian dari mentalitas yang ingin dibangun.
"Sejarah memang menunjukkan bahwa juara Piala Presiden belum tentu menjadi juara liga. Namun, saya juga tidak percaya ada tim yang sengaja menolak untuk menang. Target kami tetap sama, yaitu terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Itulah fokus utama kami selama turnamen ini," pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
