SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Jawa Timur (Jatim) kembali mempertahankan dominasinya di ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 dengan meraih gelar juara umum untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Kontingen Jatim berhasil membawa pulang 30 medali, terdiri atas 18 medali emas, tujuh medali perak, dan lima medali perunggu. Raihan tersebut menempatkan Jatim di peringkat pertama, mengungguli DKI Jakarta di posisi kedua dan Jawa Tengah di peringkat ketiga.
"Dari total 36 medali emas yang diperebutkan, sebanyak 18 medali atau 50 persen berhasil diraih kontingen Jatim. Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan hasil kerja keras para siswa bersama para mentor serta pembimbing," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti kualitas pendidikan vokasi di Jatim yang mampu melahirkan lulusan berdaya saing tinggi.
"LKS merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan siswa-siswa SMK terbaik dari seluruh Indonesia. Kompetisi ini menjadi tolok ukur kualitas pendidikan vokasi sekaligus ruang untuk menunjukkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja," katanya.
Khofifah mengatakan capaian tersebut juga sejalan dengan meningkatnya penyerapan lulusan SMK di dunia kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK di Jatim turun dari 5,87 persen pada Februari 2025 menjadi 5,73 persen pada Februari 2026.
"Penurunan ini menunjukkan penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja semakin efektif," ujarnya.
Ia menilai sinergi antara kurikulum, program magang, dan kemitraan dengan dunia usaha telah meningkatkan daya serap lulusan SMK.
"Program magang dan kemitraan dengan DUDIKA sudah semakin nyambung sehingga tingkat keterserapan lulusan di dunia kerja juga meningkat," katanya.
Meski kembali menjadi juara umum, Khofifah mengingatkan seluruh insan pendidikan agar tidak cepat berpuas diri. Ia meminta pembinaan terhadap siswa terus ditingkatkan agar prestasi Jatim dapat dipertahankan.
"Pemerintah Provinsi Jatim akan terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi agar mampu melahirkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional," tegasnya.
Khofifah juga mengungkapkan Jatim telah memberangkatkan 4.915 lulusan SMK untuk bekerja maupun magang di berbagai negara. Jumlah tersebut lebih banyak dibanding program nasional yang tahun ini melepas sekitar 3.600 alumni SMK ke 13 negara.
Selain itu, Gubernur meminta Dinas Pendidikan Jatim menyiapkan beasiswa bagi peraih juara cabang Cyber Security untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister di bidang Advance Cyber Security di King's College London yang direncanakan membuka program di Indonesia pada 2027.
"Kita harus mulai menyiapkan SDM dengan kompetensi yang memang dibutuhkan Indonesia, termasuk pada bidang-bidang strategis yang belum banyak tersedia di dalam negeri," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai mengatakan penyelenggaraan LKS Nasional 2026 menghadirkan tantangan baru, mulai dari sistem kompetisi hybrid hingga penambahan cabang lomba.
"Pelaksanaan tahun ini berbeda karena menggunakan format hybrid dan menghadirkan cabang kompetisi baru. Namun justru tantangan itu mampu dijawab dengan baik oleh kontingen Jatim," katanya.
Aries menyebut salah satu pencapaian membanggakan adalah keberhasilan Jatim meraih prestasi pada cabang Artificial Intelligence, yang baru pertama kali dipertandingkan pada LKS Nasional.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Jatim memberikan penghargaan kepada seluruh peserta. Peraih medali emas menerima bonus Rp10 juta, medali perak Rp7,5 juta, medali perunggu Rp5 juta, dan penerima Medallion for Excellence sebesar Rp2,5 juta.
Sementara peserta yang belum meraih medali tetap mendapatkan sertifikat dan penghargaan atas partisipasi mereka dalam mengharumkan nama Jatim di tingkat nasional.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
