SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di daerah.
Untuk memperkuat perspektif mengenai masa depan BPD, Bank Jatim mendorong diskusi mengenai strategi penguatan BPD agar semakin adaptif, kompetitif, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan bedah buku karya Prof. Muhammad Mas’ud Said, MM., Ph.D berjudul Bank Pembangunan Daerah: Resilient, Competitive and Contributive yang digelar di Aseec Tower Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Kegiatan tersebut menjadi forum untuk membahas berbagai tantangan, peluang, serta strategi pengembangan BPD di tengah perubahan lingkungan bisnis dan pesatnya perkembangan teknologi.
Diskusi dimoderatori Dahlan Iskan dan menghadirkan sejumlah panelis, di antaranya Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana Unair Surabaya Prof. Dr. Suparto Wijoyo serta Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim Dodit W. Probojakti.
Sebagai penulis buku, Prof. Mas’ud mengatakan BPD memiliki posisi penting dalam ekosistem pembangunan daerah. Menurutnya, BPD tidak cukup hanya memiliki kinerja bisnis yang sehat, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah operasionalnya.
BPD, kata dia, harus mampu menjadi institusi yang resilien, kompetitif, sekaligus kontributif. Resilien berarti memiliki kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi menghadapi berbagai perubahan.
“Kompetitif berarti mampu bersaing melalui inovasi dan tata kelola yang baik. Sementara kontributif berarti keberadaan BPD harus memberikan manfaat dan dampak yang nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya, Jumat (14/8/2026).
Menurut Prof. Mas’ud, penguatan BPD membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, regulator, akademisi, pelaku industri hingga masyarakat.
Perubahan lingkungan bisnis dan perkembangan teknologi, kata dia, menuntut BPD melakukan transformasi secara berkelanjutan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Ke depan, BPD perlu membangun kapasitas yang kuat, melakukan transformasi secara berkelanjutan, dan memperkuat kolaborasi. BPD harus mampu membaca perubahan dan menjadikan tantangan sebagai peluang untuk tumbuh serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi daerah,” katanya.
Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim Dodit W. Probojakti menilai transformasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing BPD.
Namun, pemanfaatan teknologi harus dibarengi penguatan tata kelola, keamanan, inovasi layanan, serta kemampuan bank menghadirkan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.
“BPD ke depan tidak cukup hanya resilient dalam menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga harus kompetitif dalam memenangkan persaingan dan kontributif dalam memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Transformasi digital menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Dodit.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi dan perubahan ekspektasi masyarakat terhadap layanan perbankan mendorong BPD untuk terus berinovasi.
Digitalisasi, lanjut Dodit, tidak sebatas menyediakan layanan perbankan secara digital. Lebih dari itu, transformasi digital juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas proses bisnis, kualitas pelayanan, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Melalui buku Bank Pembangunan Daerah: Resilient, Competitive and Contributive, Prof. Mas’ud memberikan perspektif mengenai pentingnya penguatan BPD agar mampu menghadapi berbagai dinamika sekaligus mempertahankan perannya sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.
Kegiatan bedah buku tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan sekaligus membuka ruang dialog antara akademisi dan praktisi mengenai arah pengembangan BPD ke depan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
