JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Semangat gotong royong kembali hadir untuk membantu masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi.
Sebanyak 2,4 ton bantuan kemanusiaan disalurkan IDSurvey Group melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk masyarakat terdampak di tujuh kabupaten.
Bantuan tersebut ditujukan bagi warga di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Ende, Ngada, dan Nagekeo.
Dukungan kemanusiaan ini dihimpun melalui kolaborasi sejumlah entitas IDSurvey Group, yakni PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (Persero), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), PT Sucofindo (Persero), dan PT Surveyor Indonesia (Persero).
Penyaluran bantuan merupakan bagian dari gerakan bersama BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia untuk mendukung penanganan masa tanggap darurat sekaligus membantu proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Bantuan diserahkan para Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) IDSurvey Group melalui Pos Dukungan Logistik Nasional BNPB di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Pemilihan BNPB sebagai jalur penyaluran diharapkan membuat distribusi bantuan terintegrasi dengan sistem penanganan bencana nasional. Dengan mekanisme tersebut, bantuan dapat diarahkan sesuai kebutuhan dan tingkat prioritas di masing-masing wilayah terdampak.
Bantuan yang disalurkan juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat. Paket bantuan antara lain berisi selimut, tenda, kebutuhan pokok, perlengkapan mandi, obat-obatan, hingga makanan bayi.
Kebutuhan kelompok rentan menjadi perhatian dalam penyaluran bantuan. Bayi, anak-anak, lansia, serta keluarga yang kehilangan tempat tinggal membutuhkan dukungan lebih besar selama menghadapi kondisi darurat.
Chief Financial Officer (CFO) IDSurvey, Sinung Triwulandari, mengatakan penanganan bencana membutuhkan respons cepat yang diikuti koordinasi antarlembaga.
“Sebagai bagian dari keluarga besar BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia, kami berupaya memastikan dukungan yang dihimpun seluruh entitas dapat tersalurkan melalui mekanisme yang terkoordinasi dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi dengan parameter pemutakhiran magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB.
Gempa dangkal dengan kedalaman 15 kilometer tersebut berpusat di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT. Rangkaian gempa susulan dan dampak yang ditimbulkan membuat kebutuhan terhadap bantuan kemanusiaan serta perlengkapan tanggap darurat masih menjadi perhatian.
Untuk menjangkau tujuh kabupaten terdampak, distribusi bantuan dilakukan melalui dua posko utama BNPB. Posko Labuan Bajo melayani wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada.
Sementara itu, Posko Maumere melayani masyarakat di Sikka, Ende, dan Nagekeo. Pembagian jalur distribusi tersebut diharapkan membuat bantuan bergerak lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
Kolaborasi dalam penanganan bencana juga tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar. Dukungan dapat diperluas untuk penguatan posko, pemulihan layanan publik, hingga pemetaan kebutuhan lanjutan masyarakat terdampak.
Bagi warga yang masih menghadapi keterbatasan akibat bencana, bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam melewati masa tanggap darurat.
Selimut, makanan, obat-obatan, hingga perlengkapan sehari-hari diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sembari menunggu kondisi berangsur pulih.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
