Henry menambahkan, kebutuhan baja ringan di Indonesia masih relatif kecil dibandingkan potensi pasar yang ada. Kondisi tersebut membuka peluang bagi industri untuk terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan konstruksi dan bangunan.
“Kalau melihat market, kebutuhan baja saat ini di Indonesia masih relatif kecil. Jadi saya rasa ke depan masih ada potensi untuk meningkat lebih banyak lagi,” pungkas Henry.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
