SIDOARJO, iNewsSurabaya.id - Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).
Para santri mulai mengalami sejumlah gejala setelah menyantap makanan yang diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Gejala tersebut mulai dirasakan setelah para santri melaksanakan salat zuhur dan semakin banyak santri yang mengalami keluhan saat memasuki waktu asar.
Setelah magrib, para santri yang mengalami gejala kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan data awal, sedikitnya 120 santri sempat dilarikan ke sejumlah rumah sakit. Rinciannya, 80 santri dirawat di RSUD Sidoarjo, 19 santri di RS Siti Hajar, 12 santri di RS Delta Surya, dan sembilan santri di RS Pusura Gelam.
Namun, berdasarkan data terbaru yang disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi, jumlah santri yang menjalani perawatan mencapai sekitar 273 orang. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit, yakni sekitar 200 santri di RSUD Notopuro Sidoarjo, 58 santri di RS Islam Siti Hajar, dan 15 santri di RS Delta Surya.
Subandi memastikan seluruh santri yang menjadi korban dugaan keracunan telah mendapatkan penanganan medis dengan baik. Ia juga membantah kabar yang menyebut adanya santri yang meninggal dunia dalam insiden tersebut.
"Tidak ada yang meninggal, semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita yang menyatakan ada yang meninggal, itu tidak benar," kata Subandi saat mengunjungi para korban di RSUD Notopuro Sidoarjo, Selasa (1/9/2026).
Menurut Subandi, kondisi para santri yang menjalani perawatan terus membaik. Sebagian santri bahkan telah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sehat oleh tim medis.
"Santri yang masih membutuhkan perawatan akan tetap mendapatkan pengawasan dari pihak rumah sakit sebelum diperbolehkan kembali ke rumah," ujarnya.
Sementara itu, suasana di Pondok Pesantren Manbaul Hikam masih mendapat pengamanan dari personel TNI. Puluhan orang tua dan wali santri juga tampak berkumpul di luar gerbang pondok pesantren untuk menunggu kepastian kondisi anak-anak mereka.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
