Di sisi lain, Kabupaten Trenggalek mencatat TPK terendah, yakni hanya 16,51 persen. Berikutnya Kota Blitar 33,64 persen dan Kabupaten Pasuruan 35,64 persen.
Tingkat okupansi hotel umumnya dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari lokasi yang dekat dengan destinasi wisata dan pusat aktivitas ekonomi, akses transportasi, harga, fasilitas, hingga kualitas pelayanan. Agenda berskala besar seperti konferensi, festival, dan musim liburan juga dapat meningkatkan permintaan kamar.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
