Ketua Tim Operasi Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arif Sunandar, menjelaskan bahwa kondisi air yang semula tampak keruh dipengaruhi aktivitas pengerjaan proyek di sekitar lokasi.
Saat kejadian berlangsung, DSDABM Kota Surabaya tengah mengerjakan pembangunan rumah pompa banjir. Tanah dari area galian diduga ikut terbawa aliran air bertekanan sehingga semburan terlihat seperti bercampur lumpur.
“Sekitar setengah jam setelah kejadian, airnya sudah kelihatan bersih dan sudah tidak menyembur keras,” ujar Arif, Selasa (13/10/2026).
PAM Surya Sembada memastikan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau kondisi di lokasi. Masyarakat juga diimbau tidak langsung berspekulasi mengenai penyebab semburan sebelum mendapatkan informasi resmi.
Meski semburan mulai mereda sekitar setengah jam setelah kejadian, kebocoran pipa berdiameter 800 milimeter tersebut menjadi perhatian karena terjadi di kawasan yang berdekatan dengan jalan tol dan proyek pembangunan rumah pompa.
Penanganan serta tanggung jawab pekerjaan perbaikan pipa berada pada pihak PT Petrokimia Gresik sebagai pemilik jaringan tersebut. Informasi mengenai perkembangan penanganan selanjutnya menjadi penting untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman dan tidak mengganggu aktivitas warga.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
