Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Merah Muda Fest Jadi Tempat Anak Muda Surabaya Gugat Politik

Trisna Eka Adhitya
Armuji mengajak anak muda Surabaya berani menyampaikan kritik politik tanpa takut intimidasi melalui Merah Muda Fest yang digelar menyongsong 100 Tahun Sumpah Pemuda. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Anak muda Surabaya mendapat ruang untuk menyampaikan aspirasi, melontarkan kritik, hingga membahas persoalan politik secara terbuka melalui Merah Muda Fest: Merah Berani, Muda Beraksi. Kegiatan yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menyuarakan pandangan tentang masa depan kota.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji, yang membuka kegiatan tersebut, mengajak anak muda agar tidak ragu menyampaikan gagasan maupun kritik terhadap kebijakan dan dinamika politik.

“Waktunya anak Surabaya speak up. Sumpah Pemuda ini hari kalian semua. Silakan sampaikan ide kalian, apa pun gagasan anak-anak muda. PDI Perjuangan Surabaya akan memfasilitasi,” ujar Armuji.

Wakil Wali Kota Surabaya itu juga menegaskan bahwa generasi muda harus memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat tanpa merasa terintimidasi.

“Silakan kalian mengkritisi, kami akan mendengar dan tidak ada intimidasi. Wes gak jamane, rek!” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Merah Muda Fest, yang digelar untuk menyongsong 100 Tahun Sumpah Pemuda. Forum ini membuka kesempatan bagi anak muda untuk terlibat dalam percakapan politik, bukan sekadar menjadi penonton dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan.

Merah Muda Fest dikemas melalui beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan musik langsung, art performance, stand-up comedy bersama Dinosaur, hingga live podcast yang menghadirkan Armuji dan Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan.

Podcast tersebut dipandu Elni Nainggolan, Wakil Ketua Bidang Media DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Perbincangan berlangsung santai, tetapi menyentuh sejumlah isu politik, mulai dari gerakan aksi hingga polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kehadiran anak muda dan kader baru PDI Perjuangan membuat diskusi berjalan interaktif. Suasana semakin cair ketika Armuji menyampaikan sejumlah candaan khasnya di sela-sela pembahasan.

Sejumlah pengurus turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Bendahara DPC PDI Perjuangan Surabaya Agatha Retnosari, Wakil Ketua Bidang Kepemudaan Khusnul Khotimah, Gus Teguh dari bidang kerohanian, serta sejumlah fungsionaris partai lainnya.

Armuji menjelaskan, sebagian peserta merupakan anak muda yang sebelumnya mengikuti sekolah partai yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan. Dari Surabaya, terdapat 18 peserta yang menunjukkan ketertarikan untuk mengenal lebih jauh dunia politik dan aktivitas kepartaian.

Menurut Armuji, keterlibatan generasi muda tidak semestinya berhenti pada satu kegiatan. Mereka perlu mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi secara berkelanjutan dalam berbagai agenda.

“Anak-anak muda ini nantinya menjadi ujung tombak bangsa. Karena itu, mereka harus selalu kita ikutkan dalam setiap kegiatan maupun agenda kepartaian,” ungkapnya.

Ia menambahkan, diskusi bersama anggota DPRD dapat menjadi sarana bagi anak muda untuk memahami tugas dan fungsi wakil rakyat. Sementara itu, dialog dengan unsur pemerintahan diharapkan membuka kesempatan untuk membahas persoalan pembangunan Kota Surabaya secara langsung.

Di balik pertunjukan dan diskusi politik, Merah Muda Fest juga membawa gagasan untuk menjadikan kantor partai sebagai ruang kegiatan yang lebih terbuka bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Elni Nainggolan mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya sebagai tempat berkumpul, berkreasi, berdiskusi, dan menyampaikan aspirasi.

“Intinya, ini momentum Sumpah Pemuda sebagai wujud komitmen bahwa kantor PDI Perjuangan adalah rumah untuk semua kalangan, apalagi anak muda,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya berencana menghidupkan kembali balai kreasi serta mengembangkan sejumlah kegiatan, termasuk podcast dan forum diskusi yang melibatkan generasi muda.

Merah Muda Fest juga direncanakan berlangsung rutin setiap Rabu. Melalui agenda berkala tersebut, aspirasi yang disampaikan peserta diharapkan dapat ditampung dan dikawal secara berkelanjutan, bukan berhenti sebagai percakapan dalam satu acara.

“Jangan cuma sekali datang, terus menyuarakan aspirasi, tapi setelah itu hilang. Kami ingin ini dikawal terus-menerus. Forum ini menjadi rutin supaya kedekatan anak muda dengan PDI Perjuangan semakin kuat,” jelas Elni.

Ia turut menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengakses dan mengawasi pelaksanaan program pemerintah kota. Menurutnya, kebijakan yang ditujukan kepada anak muda perlu diimbangi dengan partisipasi aktif agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok sasaran.

Karena itu, keberadaan forum diskusi diharapkan dapat menjadi salah satu jalur bagi generasi muda untuk menyampaikan kebutuhan, mengevaluasi pelaksanaan program, serta membicarakan persoalan yang mereka hadapi.

Merah Muda Fest merupakan bagian dari rangkaian kegiatan DPC PDI Perjuangan Surabaya dalam menyongsong 100 Tahun Sumpah Pemuda. Sebelumnya, rangkaian tersebut diawali dengan aksi bersih-bersih pantai.

Agenda berikutnya direncanakan berupa kegiatan pendakian Gunung Penanggungan melalui kolaborasi dengan Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto.

Melalui rangkaian kegiatan itu, ruang partisipasi anak muda diharapkan tidak hanya hadir dalam bentuk hiburan, tetapi juga berkembang menjadi kesempatan untuk berorganisasi, menyampaikan gagasan, dan terlibat dalam persoalan sosial maupun pembangunan kota.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network