JAKARTA, iNewsSurabaya.id - Partai Golkar mempertahankan posisi di tiga besar partai politik dengan elektabilitas dua digit berdasarkan sejumlah survei terbaru.
Capaian tersebut dinilai menjadi momentum bagi kader untuk memperkuat konsolidasi dan meningkatkan kerja nyata di tengah masyarakat menjelang Pemilu 2029.
Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Said Aldi Al Idrus mengatakan, soliditas kader dan aktivitas sosial menjadi faktor penting dalam menjaga elektabilitas partai. Menurutnya, kader Golkar terus bergerak mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat.
“Kalau kita melihat kondisi sekarang, kader-kader Partai Golkar memang semakin agresif bergerak, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga DPP. Seluruh organisasi yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar, termasuk organisasi sayap, semuanya bergerak untuk kepentingan rakyat,” kata Said, Senin (26/10/2026).
Said menilai, gerakan kader tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia agar seluruh kader, organisasi sayap, dan anggota legislatif aktif turun ke masyarakat tanpa harus menunggu momentum pemilihan umum.
“Ini sesuai dengan arahan Ketua Umum Partai Golkar, Bapak Bahlil Lahadalia, bahwa kader-kader Golkar harus terus bergerak dan jangan menunggu pemilu. Jadi, memang tugas kita adalah membantu masyarakat di mana pun kita berada,” ujarnya.
Berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dirilis Sabtu (24/10/2026), elektabilitas Golkar mencapai 10,7 persen. Angka tersebut menempatkan Golkar di posisi ketiga, di bawah Partai Gerindra dengan 23,1 persen dan PDI Perjuangan sebesar 11,6 persen.
Survei IPO dilakukan pada 12–21 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Hasil serupa tercatat dalam survei Voxpol Center yang dirilis Kamis (22/10/2026). Golkar meraih elektabilitas 11,7 persen, berada di posisi ketiga setelah Gerindra sebesar 21,1 persen dan PDI Perjuangan 16,1 persen.
Said mengatakan, capaian survei tersebut menjadi dorongan bagi kader untuk meningkatkan aktivitas sosial. Ia mencontohkan kegiatan AMPG dalam membantu masyarakat terdampak bencana, termasuk korban banjir bandang di Aceh Tamiang, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut Said, bantuan yang disalurkan mencakup ribuan paket kebutuhan masyarakat. Tim AMPG, kata dia, juga masih berada di Aceh Tamiang untuk membantu warga, termasuk memperbaiki rumah ibadah dan masjid.
“Sejak hari kedua kejadian sampai hari ini, tim kami masih berada di Aceh Tamiang untuk membantu masyarakat, termasuk memperbaiki rumah-rumah ibadah dan masjid. Ini merupakan arahan Ketua Umum bahwa kita harus bekerja untuk masyarakat,” jelasnya.
Selain kegiatan sosial, Said menyebut AMPG mengembangkan Akademi AMPG sebagai wadah pembelajaran bagi kader muda. Program tersebut melibatkan para senior Partai Golkar untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. AMPG juga menggelar kegiatan olahraga, seperti turnamen futsal dan basket, guna memperluas partisipasi generasi muda.
“Di AMPG sekarang juga ada Akademi AMPG. Di sana para senior Partai Golkar memberikan ilmu kepada kader-kader muda. Semua anak muda Partai Golkar berpartisipasi untuk membantu masyarakat, bukan semata-mata untuk menaikkan elektabilitas,” katanya.
Meski berada di posisi tiga besar dalam sejumlah survei, Said mengingatkan kader agar tidak cepat berpuas diri. Ia menegaskan, konsolidasi dan kerja di tengah masyarakat perlu terus diperkuat untuk menghadapi Pemilu 2029.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
