Trans Jatim Bakal Tembus Jombang, Santri dan Wali Santri Bisa Jadi yang Paling Diuntungkan

Arif Ardliyanto
Trans Jatim diusulkan melayani rute Mojokerto–Jombang untuk memudahkan mobilitas masyarakat, santri, wali santri, dan wisatawan religi. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Layanan Trans Jatim berpeluang diperluas hingga Kabupaten Jombang. Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Hidayat mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka rute dari Mojokerto menuju Jombang untuk memperluas akses transportasi publik, terutama bagi masyarakat, santri, wali santri, hingga pengunjung wisata religi.

Usulan tersebut telah disampaikan Hidayat kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur. Ia menilai Jombang memiliki kebutuhan mobilitas yang perlu mendapat perhatian, mengingat daerah tersebut menjadi tujuan pendidikan pesantren sekaligus kawasan ziarah makam ulama.

“Saya sudah mengusulkan ke Dinas Perhubungan. Karena Jombang ini bagian dari lingkar Surabaya,” kata Hidayat di Kantor DPRD Jatim.

Menurut Hidayat, kebutuhan perjalanan menuju Jombang terlihat dari aktivitas angkutan antarkota yang melayani penumpang dari dan ke wilayah tersebut. Ia mengamati bus antarkota mulai dipadati penumpang sejak keberangkatan dari Jombang.

“Bus-bus antarkota itu mulai penuh dari Jombang,” ujarnya.

Meski demikian, pengamatan tersebut masih perlu diperkuat dengan data jumlah penumpang dan kajian pola perjalanan untuk memastikan kebutuhan layanan Trans Jatim di jalur Mojokerto–Jombang.

Selain mobilitas masyarakat umum dan pekerja, keberadaan sejumlah pesantren besar menjadi salah satu pertimbangan Hidayat dalam mengusulkan perluasan rute Trans Jatim.

Jombang dikenal memiliki berbagai pesantren, di antaranya yang berada di kawasan Peterongan, Tebuireng, Tambakberas, dan Denanyar. Daerah ini juga memiliki sejumlah makam pendiri pesantren atau muassis serta tokoh ulama yang menjadi tujuan wisata religi.

Hidayat menilai aktivitas pesantren tersebut turut mendorong perjalanan masyarakat dari berbagai daerah, termasuk santri dan keluarga yang datang untuk mengunjungi mereka.

“Per pondok ribuan jumlahnya. Misalnya di Peterongan itu lebih dari 10 ribu dari luar daerah. Apalagi di Tebuireng, Tambakberas, Denanyar dan tempat-tempat lain, itu luar biasa,” katanya.

Ia berharap perluasan jaringan transportasi publik dapat membantu masyarakat mengakses kawasan pesantren tanpa harus sepenuhnya bergantung pada kendaraan pribadi.

“Kalau Trans Jatim sampai ke sana, saya kira akan sangat membantu mobilisasi para wali santri yang pondok di Jombang,” tegasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network