get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemkot Surabaya Evaluasi Izin Rumah Kos di Dharmahusada Permai

Operasional Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya Masih Dibayangi Penolakan Sopir Angkot

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:58 WIB
header img
Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim) terus mematangkan rencana pengoperasian Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya. Hingga kini, pembahasan rute masih dilakukan bersama berbagai pihak.

Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono, mengatakan penentuan rute belum bersifat final karena pemerintah masih mengedepankan dialog dengan seluruh pihak, termasuk paguyuban angkutan kota (angkot) di Malang Raya.

"Sebagian besar sudah mendukung, tetapi tetap kami komunikasikan lagi agar semua kepentingan bisa terakomodasi," ujar Nyono, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, opsi utama rute Koridor 2 akan melintasi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, Lawang, Mondoroko, Kepanjen hingga Talangagung. Namun apabila opsi tersebut belum mencapai kesepakatan, Dishub Jatim telah menyiapkan alternatif rute yang tidak melewati Terminal Arjosari.

"Kalau opsi pertama masih menemui kendala, kami siapkan opsi kedua yang lebih aman dan tidak melalui Arjosari," katanya.

Nyono menjelaskan, sebagian besar paguyuban angkot pada dasarnya mendukung kehadiran Trans Jatim. Aspirasi utama yang mereka sampaikan adalah percepatan realisasi program angkutan sekolah berbasis Buy The Service (BTS) oleh Pemerintah Kota Malang sebagai bentuk pemberdayaan angkutan kota.

"Harapan mereka feeder atau BTS dari Pemkot segera direalisasikan. Informasinya angkutan sekolah itu ditargetkan bisa diluncurkan pada Agustus," ujarnya.

Ia menegaskan kehadiran Trans Jatim tidak dimaksudkan untuk mematikan angkutan kota. Bahkan, sopir bus Trans Jatim nantinya akan direkrut dari pengemudi angkot yang telah beroperasi selama ini.

"Semua sopirnya berasal dari sopir angkot. Bahkan petugas pendukung seperti pencuci bus juga dari mereka. Jadi program ini justru untuk mereka," jelasnya.

Nyono menambahkan, Dishub Jatim akan terus mengedepankan pendekatan persuasif agar pengembangan layanan transportasi publik tidak menimbulkan konflik.

"Kami tidak ingin ada konflik. Prinsipnya, kalau ada pembatasan, masyarakat harus tetap mendapatkan pelayanan transportasi yang baik, aman, dan terjangkau," tegasnya.

Ia berharap Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya dapat mulai beroperasi pada Oktober 2026 bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Jatim. Sementara proses finalisasi rute ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

"Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi. Target kami saat Hari Jadi Provinsi Jatim pada Oktober," katanya.

Meski demikian, rencana pengoperasian Trans Jatim Koridor 2 masih menghadapi penolakan dari sebagian paguyuban sopir angkot yang menilai rute bus berhimpitan dengan trayek angkutan kota.

Menanggapi polemik tersebut, Dishub Jatim telah menggelar audiensi dengan perwakilan sopir angkot di Kantor Dishub Jatim, Surabaya, pada 29 Juli 2026. Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu belum menghasilkan kesepakatan.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut