SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Proposal hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan gagasan menarik. Ketajaman dalam merumuskan masalah, kebaruan penelitian, kekuatan landasan teori, hingga kejelasan manfaat bagi masyarakat menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dosen agar usulannya memiliki nilai ilmiah yang kuat.
Hal tersebut menjadi salah satu materi utama yang disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Wijaya Putra (UWP), Prof. Dr. Nugroho Mardi Wibowo, S.E., M.Si., dalam Bimbingan Teknis Penyusunan dan Peningkatan Kualitas Proposal Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat bagi Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah VII Angkatan 2 di Kantor LLDIKTI Wilayah VII Surabaya.
Kegiatan tersebut diikuti dosen dan pengelola LPPM dari sejumlah perguruan tinggi klaster binaan. Forum ini menjadi ruang penguatan kapasitas kampus dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian yang lebih terarah, terukur, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Prof. Nugroho menekankan bahwa kemampuan mengidentifikasi persoalan secara tepat merupakan fondasi awal proposal yang berkualitas. Pengusul harus mampu menjelaskan masalah yang hendak diselesaikan, alasan persoalan tersebut penting diteliti, serta kontribusi yang dapat diberikan melalui pendekatan yang ditawarkan.
"Kekuatan gagasan ilmiah harus bertemu dengan kebutuhan nyata masyarakat. Di situlah nilai sebuah proposal," ujarnya.
Kebaruan Penelitian Harus Didukung Kajian Ilmiah
Dalam penyusunan proposal penelitian, dosen perlu menghubungkan persoalan di lapangan dengan keterbatasan pengetahuan yang ditemukan dalam penelitian terdahulu. Hubungan tersebut menjadi dasar untuk merumuskan pertanyaan penelitian sekaligus menjelaskan posisi penelitian yang diusulkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
Menurut Prof. Nugroho, unsur kebaruan atau novelty tidak cukup dinyatakan melalui penggabungan sejumlah variabel dalam satu model penelitian. Pengusul perlu memiliki landasan teori yang kuat dan mampu menjelaskan pengetahuan baru yang dihasilkan dari pendekatan tersebut.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
