Karhutla Jatim Capai 9.600 Hektare, DPRD Wacanakan Beli Helikopter Water Bombing

Ihya Ulumuddin
DPRD Jatim wacanakan beli helikopter water bombing setelah karhutla mencapai 9.600 hektare. Biaya sewa disebut tembus Rp1,5 miliar sehari. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

Untari mengungkapkan, selama ini penanganan karhutla di Jatim turut mengandalkan helikopter water bombing sewaan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, biaya sewa satu kali penggunaan helikopter bisa mencapai Rp150 juta.

Jika dalam sehari helikopter digunakan sebanyak lima hingga sepuluh kali, biaya yang dikeluarkan diperkirakan mencapai Rp750 juta hingga Rp1,5 miliar. Besarnya biaya tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk mengkaji kemungkinan pengadaan armada sendiri.

Menurut Untari, biaya yang selama ini digunakan untuk menyewa helikopter dapat menjadi bahan perhitungan dalam menentukan kelayakan pembelian armada khusus penanganan bencana. Helikopter tersebut nantinya diharapkan mampu menjangkau berbagai medan yang sulit diakses kendaraan darat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa usulan pembelian helikopter water bombing masih sebatas wacana. Realisasinya akan bergantung pada kemampuan keuangan daerah dan ketersediaan ruang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jatim.

“Ini baru wacana, kalau APBD kuat bisa saja direalisasikan. Kami sempat menghitung, kalau APBD kuat pasti ada ruang untuk (membeli). Sehingga, penanganan kebakaran hutan sangat efektif,” katanya.

Pengadaan Helikopter Masih Bergantung pada Kemampuan APBD

Usulan tersebut membuka pembahasan mengenai pilihan skema pembiayaan penanganan karhutla di Jawa Timur. Di satu sisi, penyewaan helikopter membutuhkan biaya setiap kali digunakan. Di sisi lain, pembelian armada sendiri memerlukan kajian investasi dan perhitungan anggaran jangka panjang.

Selain harga pengadaan, pemerintah daerah juga perlu memperhitungkan biaya operasional, perawatan, kesiapan awak, serta kebutuhan pendukung lainnya sebelum memutuskan pembelian.

Dengan luas karhutla yang mencapai 9.600 hektare sepanjang 2026, DPRD Jatim menilai penguatan sarana pemadaman perlu menjadi perhatian. Namun, keputusan untuk membeli helikopter water bombing masih harus melalui pertimbangan kemampuan fiskal daerah dan kebutuhan penanganan bencana secara menyeluruh.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network