Resmi Pimpin FOPI Surabaya, Sosok Ini Tantang Atlet Rebut 5 Emas

Trisna Eka Adhitya
Hendy Setiono terpilih memimpin FOPI Surabaya periode 2026–2030. Ia membidik lima medali emas petanque di Porprov Jatim 2027. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

Untuk mencapai target tersebut, pembinaan atlet menjadi pekerjaan penting bagi kepengurusan FOPI Surabaya selama empat tahun ke depan. Peningkatan kualitas atlet diharapkan berjalan seiring dengan program latihan yang terukur dan partisipasi dalam berbagai kompetisi.

Sementara itu, Abdul Hafidz menilai regenerasi kepemimpinan FOPI Surabaya perlu diikuti dengan penguatan pembinaan atlet. Menurut dia, Surabaya masih membutuhkan lebih banyak atlet petanque yang mampu bersaing dengan daerah lain di Jawa Timur.

Ia juga menyoroti perlunya upaya berkelanjutan agar atlet asal Surabaya dapat menembus tim nasional dan tampil di kompetisi internasional.

“Harapannya nanti muncul atlet-atlet dari Kota Surabaya. Dengan kepemimpinan yang baru Mas Hendy nanti tidak hanya satu emas, mungkin dua emas dari petanque Kota Surabaya,” ujarnya.

Hafidz menjelaskan, Muskot kali ini juga menjadi momentum syukuran atas keberhasilan kontingen Jawa Timur meraih gelar juara umum Kejurnas petanque dengan koleksi lima medali emas.

Lima emas tersebut diperoleh dari nomor single putra, double putra, double putri, triple mix, dan beregu.

Prestasi itu diharapkan menjadi pemantik semangat bagi atlet Surabaya untuk meningkatkan kemampuan dan memperkecil kesenjangan persaingan dengan atlet dari daerah lain.

Sebagai langkah awal, atlet dan pelatih Surabaya telah dipertemukan dengan kepengurusan baru untuk membahas kebutuhan pembinaan. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menyusun langkah yang lebih terarah dalam mempersiapkan atlet menghadapi Porprov Jatim 2027.

Kejuaraan Asia di Unesa Jadi Kesempatan Mengukur Kemampuan

Selain mempersiapkan diri untuk Porprov Jatim 2027, atlet petanque juga akan menghadapi agenda kompetisi tingkat Asia yang dijadwalkan berlangsung di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 3–7 Desember 2026.

Menurut Hafidz, kejuaraan tersebut akan diikuti peserta dari 15 negara. Ajang ini menjadi kesempatan untuk menyaksikan persaingan atlet dari berbagai negara sekaligus menambah pengalaman dalam menghadapi kompetisi berlevel internasional.

Rangkaian kejuaraan tersebut juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi atlet dan pelatih dalam mengukur kemampuan, mengenali kekurangan, serta menentukan aspek yang perlu ditingkatkan.

Bagi FOPI Surabaya, tantangan kepengurusan Hendy Setiono bukan hanya memenuhi target medali pada Porprov Jatim 2027. Lebih dari itu, organisasi ini diharapkan mampu membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan agar Surabaya semakin banyak melahirkan atlet petanque berprestasi.

Dengan target lima emas dan persiapan menghadapi sejumlah kompetisi, kepengurusan baru FOPI Surabaya memiliki pekerjaan besar untuk mengubah potensi atlet menjadi prestasi nyata di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network