Menurutnya, dukungan teknologi menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas tambak sekaligus menjaga kualitas garam yang dihasilkan. Dengan pengelolaan yang lebih baik, petani diharapkan mampu meningkatkan hasil panen tanpa hanya bergantung pada perluasan lahan.
Kerja sama tersebut juga menjadi penghubung antara kegiatan produksi di tingkat petani dan kebutuhan pasar. Penyerapan hasil panen yang lebih terencana dapat membantu petani menyusun kegiatan produksi serta memperkirakan pendapatan dari usaha garam.
Kapasitas Produksi Garam Industri Ditargetkan 50 Ribu Ton
Di Teluk Kupang, PT Tjakrawala Timur Sentosa mengembangkan area produksi garam seluas 300 hektare dengan target kapasitas mencapai 50 ribu ton per tahun. Pengembangan ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam NTT sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan garam industri nasional.
Proses produksi mencakup pengelolaan air laut, evaporasi atau penguapan, pembentukan kristal garam, pemanenan, hingga penyimpanan. Setiap tahapan membutuhkan pengawasan agar hasil produksi memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan pasar.
Penggunaan teknologi dan peningkatan keterampilan petani menjadi dua aspek yang dinilai penting dalam pengembangan tambak. Selain mendukung peningkatan produktivitas, langkah tersebut juga diperlukan untuk menjaga konsistensi mutu garam.
Pengembangan kawasan garam ini tidak hanya bertumpu pada kemampuan perusahaan mengelola lahan, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat lokal sebagai bagian dari rantai produksi.
Selain mendorong peningkatan kapasitas produksi, pengembangan tambak garam di Teluk Kupang diarahkan untuk memperkuat kemampuan petani setempat. Pendampingan keterampilan dan berbagi pengetahuan mengenai teknik produksi diharapkan membantu masyarakat mengelola tambak secara lebih efektif.
Keterlibatan petani dalam kegiatan produksi juga membuka peluang kerja dan menambah sumber penghasilan keluarga. Bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan pertanian, usaha garam menjadi alternatif ekonomi yang dapat dikembangkan sesuai kondisi musim.
Kolaborasi petani, PT Tjakrawala Timur Sentosa, dan PT Sumatraco Langgeng Makmur diharapkan mampu memperkuat ekosistem produksi garam di NTT. Dengan dukungan penyerapan hasil panen, peningkatan teknologi, serta pengawasan kualitas, potensi tambak di Teluk Kupang berpeluang memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Keberlanjutan kerja sama tersebut akan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas petani sekaligus mendukung target produksi garam industri di kawasan tersebut.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
