Tak Sekadar Kapal dan Bongkar Muat, 125 Siswa Pandeglang Diajak Intip Peluang Karier di Pelabuhan

Arif Ardliyanto
Pelindo Mengajar hadir di SMA Negeri 1 Pandeglang. Sebanyak 125 siswa mendapat wawasan karier kepelabuhanan langsung dari Direktur Pelindo. Foto iNewsSurabaya.id/ist

PANDEGLANG, iNewsSurabaya.id – Siapa sangka, aktivitas di balik kapal yang bersandar dan bongkar muat barang di pelabuhan ternyata menyimpan banyak peluang karier bagi generasi muda. Mulai dari bidang teknik, teknologi informasi, keuangan hingga sumber daya manusia, industri kepelabuhanan membutuhkan beragam keahlian yang bisa menjadi pilihan masa depan.

Gambaran luasnya dunia kerja tersebut diperkenalkan Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PT Pelindo Terminal Petikemas, Yogi Firdaus, kepada 125 siswa SMA Negeri 1 Pandeglang, Banten.

Menariknya, kegiatan melalui Program Pelindo Mengajar itu menjadi momen tersendiri bagi Yogi. Ia kembali ke sekolah tempat dirinya pernah menimba ilmu untuk berbagi pengalaman profesional sekaligus memberikan motivasi kepada generasi muda di daerah asalnya.

Dalam kegiatan yang diikuti siswa kelas X hingga XII tersebut, Yogi mengajak para pelajar mengenal lebih dekat industri kepelabuhanan. Ia menjelaskan bahwa pelabuhan bukan sekadar lokasi kapal bersandar maupun tempat keluar masuk barang, melainkan bagian penting dari rantai logistik dan konektivitas antardaerah yang menopang perekonomian nasional.

Di balik operasional pelabuhan, terdapat banyak bidang pekerjaan yang saling berkaitan. Selain tenaga operasional terminal, industri ini juga membutuhkan tenaga ahli di bidang teknik, teknologi informasi, keuangan, manajemen sumber daya manusia hingga komunikasi.

Keberagaman profesi tersebut menunjukkan bahwa industri kepelabuhanan tidak hanya terbuka bagi lulusan bidang tertentu. Siswa dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi berbeda juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi, selama mampu mengembangkan kemampuan sesuai kebutuhan industri.

Pemaparan tersebut disambut antusias para siswa. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai aktivitas pelabuhan, tetapi juga bisa mendengarkan langsung perjalanan karier seorang profesional yang berasal dari lingkungan mereka sendiri.

Salah seorang siswi kelas X-4, Salwa Nadzhela Al Hikmat, mengaku mendapatkan sudut pandang baru setelah mengikuti Pelindo Mengajar. Selama ini, ia menganggap pelabuhan hanya sebagai tempat kapal penumpang dan kapal pengangkut barang bersandar.

Namun, penjelasan Yogi membuatnya memahami bahwa operasional pelabuhan melibatkan banyak profesi dengan tanggung jawab dan keahlian berbeda.

“Awalnya saya mengira pelabuhan hanya tempat kapal penumpang dan kapal barang bersandar. Setelah mengikuti Pelindo Mengajar, saya jadi tahu bahwa ternyata banyak sekali peran yang terlibat di dalamnya. Ada berbagai pekerjaan dan keahlian yang dibutuhkan agar seluruh aktivitas pelabuhan bisa berjalan dengan baik. Ternyata dunia kepelabuhanan jauh lebih luas dari yang saya bayangkan sebelumnya,” ujar Salwa.

Inspirasi juga dirasakan Vino Andhika, siswa kelas XI-1 Kesehatan. Ia mengaku bangga melihat putra daerah Pandeglang mampu menduduki posisi strategis di perusahaan yang bergerak dalam industri kepelabuhanan nasional.

Menurutnya, perjalanan karier Yogi menjadi gambaran bahwa asal daerah bukan penghalang untuk meraih cita-cita dan menempati posisi penting di perusahaan besar, termasuk BUMN.

“Kehadiran Pak Yogi di sekolah kami benar-benar memberikan inspirasi. Saya merasa tertantang karena ternyata putra asli Pandeglang juga bisa menjadi salah satu pimpinan di industri kepelabuhanan Indonesia. Dari kegiatan ini, saya semakin membulatkan tekad untuk belajar lebih giat dan mempersiapkan diri agar suatu saat nanti bisa mengikuti jejak Pak Yogi, berkarier di BUMN, dan memberikan kontribusi bagi Indonesia,” ungkap Vino.

Yogi Firdaus mengatakan, Pelindo Mengajar menjadi wadah bagi insan perusahaan untuk membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda. Pengenalan dunia industri sejak bangku sekolah dinilai penting agar siswa memiliki gambaran lebih luas mengenai pilihan karier setelah menyelesaikan pendidikan.

“Melalui Pelindo Mengajar, kami ingin siswa mengenal lebih dekat dunia kepelabuhanan dan memahami bahwa di balik aktivitas sebuah pelabuhan terdapat banyak profesi, keahlian, serta peluang. Saya berharap pengalaman yang dibagikan hari ini dapat menjadi inspirasi bagi mereka untuk berani bermimpi, mengenali potensinya, dan mempersiapkan diri melalui pendidikan serta kemauan untuk terus belajar,” kata Yogi.

Kepala SMA Negeri 1 Pandeglang, Jubaedi, turut mengapresiasi kehadiran Yogi di sekolah tersebut. Menurutnya, pengalaman yang dibagikan memberikan tambahan wawasan bagi siswa, terutama mengenai industri kepelabuhanan dan peran BUMN dalam mendukung perekonomian Indonesia.

Ia juga melihat para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Materi yang disampaikan tidak hanya memperkenalkan Pelindo, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kontribusi berbagai profesi dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional.

“Kami merasa bangga dan mengapresiasi kehadiran Pak Yogi di sekolah kami. Banyak sekali wawasan dan pengalaman yang dibagikan kepada anak-anak, sehingga mereka mendapatkan pengetahuan baru yang mungkin selama ini belum banyak diketahui. Kami melihat para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya mengenal lebih jauh tentang Pelindo dan dunia kepelabuhanan, tetapi juga memahami bagaimana peran BUMN dalam memberikan kontribusi bagi negara. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan memiliki cita-cita yang lebih tinggi,” ungkap Jubaedi.

Selain memberikan pembekalan pengetahuan, Pelindo Terminal Petikemas juga menghadirkan dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Perusahaan menyalurkan bantuan untuk perbaikan lapangan olahraga SMA Negeri 1 Pandeglang.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitas sekolah sehingga siswa memiliki lingkungan yang lebih mendukung untuk berolahraga, menjaga kebugaran, serta mengembangkan potensi di luar kegiatan akademik.

Dukungan terhadap fasilitas pendidikan ini menjadi bagian dari kontribusi Pelindo Terminal Petikemas dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. Langkah tersebut juga sejalan dengan Asta Cita poin keempat, terutama dalam memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, dan pendidikan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Program Pelindo Mengajar sendiri telah berjalan sejak 2022 sebagai salah satu inisiatif perusahaan di bidang pendidikan. Hingga pelaksanaan di SMA Negeri 1 Pandeglang pada 6 November 2026, program tersebut telah menjangkau 13 sekolah dengan total 1.925 siswa di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui program ini, para insan Pelindo Terminal Petikemas hadir langsung ke sekolah untuk membagikan pengalaman kerja, pengetahuan profesional, sekaligus memperkenalkan industri kepelabuhanan kepada pelajar.

Bagi Pelindo Terminal Petikemas, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan generasi muda dalam menentukan masa depan. Pengalaman Yogi yang kembali ke sekolah asalnya juga menjadi pesan bahwa kesempatan meraih karier dan cita-cita terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan untuk belajar, mengembangkan kompetensi, dan terus berusaha.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network