Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Zita Anjani Salurkan 200 Paket Sembako Bersama Bulog untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru
Advertisement . Scroll to see content

Ini Ulasan dan Rekomendasi Erupsi Gunung Semeru dari Pakar ITS

Rabu, 08 Desember 2021 | 15:13 WIB
  • author Ali Masduki
Ini Ulasan dan Rekomendasi Erupsi Gunung Semeru dari Pakar ITS
Kondisi Dusun Curah Kobokan Desa Sumberwuluh Candipuro Kab Lumajang Jawa Timur. Pasca Erupsi Gunung Semeru. (Foto: Mahmud for iNewsSurabaya)

Selayang Pandang tentang Gunung Semeru

Uniknya, Gunung Semeru merupakan gunung api yang biasa mengeluarkan gas beserta material vulkanik setiap 30 - 60 menit, dengan letusan berintensitas kecil. 

Hal ini yang membedakan Gunung Semeru dengan gunung api lain, seperti Gunung Merapi atau Gunung Kelud. 

“Semeru jarang meletus dalam skala besar, karena secara teratur menyalurkan tekanan dan material vulkaniknya dari dalam dapur magma ke permukaan bumi,” jelas Haris.

Hal itu, menurut Haris, dapat dikatakan keuntungan karena pengumpulan tekanan besar di dalam dapur magma dapat sedikit dihindari. 

Erupsi yang terjadi di Gunung Semeru pascaguguran vulkanik terjadi dan tekanan bagian penutup berkurang, masih berlangsung pada erupsi skala kecil. Hal ini menunjukkan tekanan dan material di dapur magma Gunung Semeru tidak terlalu besar. 

Di sisi lain, imbuh dosen asal Blitar ini, karakter tersebut juga harus diwaspadai karena material erupsi hanya terkumpul di sekitar kawasan puncak. 

“Sewaktu-waktu longsoran akan mudah terjadi, apabila telah mencapai batas ketidakstabilan lereng,” tambahnya. 
Sampai saat ini pun, status Gunung Semeru berada pada level waspada karena aktivitas vulkanik tidak menunjukkan peningkatan signifikan yang mengindikasikan adanya erupsi besar.

Editor: Ali Masduki

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut