Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kecanduan Judi Online, Residivis Sales Mobil Gelapkan Uang Konsumen Rp164 Juta
Advertisement . Scroll to see content

Mengejutkan, Ternyata Pemain Judi Online Indonesia Tempati Peringkat Teratas di Dunia

Jum'at, 03 Mei 2024 | 10:16 WIB
  • author Ali Masduki
Mengejutkan, Ternyata Pemain Judi Online Indonesia Tempati Peringkat Teratas di Dunia
Berdasarkan survei Drone Emprit, sistem monitor analisis media sosial, judi online Indonesia mencapai transaksi sebanyak 81 triliun dengan jumlah 201.122 pemain judi. Foto: Ilustrasi/iNews.ID

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Sungguh mengejutkan, ternyata jumlah pemain judi online Indonesia menempati posisi teratas dunia. 

Berdasarkan survei Drone Emprit, sistem monitor analisis media sosial, judi online Indonesia mencapai transaksi sebanyak 81 triliun dengan jumlah 201.122 pemain judi. Akan tetapi, angka tersebut diyakini dapat melebihi jumlah survei yang ada.

Sosiologi Fisip Unair Ratna Azis Prasetyo menuturkan, ada beberapa faktor yang menjadi pendorong masyarakat untuk bermain judi online.

Menurut dia, faktor-faktor pendorong maraknya judi online antara lain adalah adanya tekanan kemiskinan dan gaya hidup, sosial, dan kondisi kultural. 

Faktor tekanan kemiskinan dan gaya hidup dapat menjadikan seseorang mendapatkan tujuan tertentu secara instan. Salah satunya memiliki harapan untuk mendapatkan penghasilan secara lebih dengan cepat. Selain kemiskinan, faktor sosial juga menjadi faktor pendukung maraknya judi online. 

"Seseorang yang berada dalam lingkungan atau pergaulan yang dekat dengan kejahatan, maka potensi untuk memgembangkan perilaku kejahatan juga dapat terjadi," tuturnya.

Faktor yang ketiga adalah faktor kultural yang menganggap judi online adalah lumrah. Faktor ini dapat menyebabkan seseorang tertarik untuk menggunakannya.

Ratna bilang, permainan ini ibaratnya seperti narkoba. Jika seseorang sudah kecanduan judi online, mereka tidak bisa berhenti. Hal ini membawa kerugian secara ekonomi apabila tidak sesuai ekspektasi mereka. 

"Secara mental, seseorang juga bisa terdorong untuk melakukan hal-hal yang negatif, seperti mencuri, membantah, dan lainnya," ujarnya.

Editor: Ali Masduki

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut